Keistimewaan Manusia dari Malaikat, Berikut Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Minggu, 19 Juni 2022 - 21:41 WIB
Dengan bahan-bahan yang tersedia di bumi ini manusia dapat membuat variasi-variasi baru yang belum pernah ada. Pengawinan antara kuda dengan keledai, melahirkan hewan jenis baru yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu hewan yang disebut "bagal". Kemudian menyilangkan tumbuh-tumbuhan yang berbunga putih dengan yang berbunga merah, maka lahirlah tumbuh-tumbuhan jenis baru, yang berbunga merah putih.
Pengolahan logam menjadi barang-barang perhiasan yang beraneka ragam dan alat-alat keperluan hidup sehari-hari dan pengolahan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan menjadi bahan pakaian dan makanan untuk kesejahteraan mereka. Pada zaman sekarang ini dapat disaksikan berjuta-juta macam benda hasil penemuan manusia, baik yang kecil maupun yang besar, sebagai hasil kekuatan akalnya.
Malaikat Tidak Punya Hawa Nafsu
Allah menciptakan Malaikat dari Nur (cahaya). Mereka tidak mempunyai hawa nafsu yang mendorong mereka untuk bekerja mengolah benda-benda alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan hidup mereka.
Malaikat merupakan makhluk yang tercipta untuk patuh kepada Allah. Mereka tak pernah lelah bertasbih. Selalu mematuhi dan menaati perintah Allah. Allah berfirman: "....Mereka (Malaikat) tidak dapat durhaka kepada Allah dalam hal apa saja yang Ia perintahkan kepada mereka, dan mereka mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka." (QS. At-Tahriim: 6)
Allah yang Maha Agung menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan dan masing-masing dari mereka memiliki tugas tertentu. Secara fisik digambarkan, Malaikat mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat bahkan lebih.
Dalam Al-Qur'an dijelaskan: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS Al-Mujadalah: 11)
Terkait penciptaan manusia, Allah berfirman: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS Al-Hijr: 26)
Penjelasan Sains
Pertanyaannya, mengapa Nabi Adam mampu menjelaskan nama-nama benda-benda, sedangkan Malaikat tidak mampu? Dalam beberapa surah, termasuk Surah Al-Hijr di atas, Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah.
Dalam perspektif sains, tanah mengandung banyak atom-atom atau unsur-unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti-logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimiawi maupun biokimiawi untuk membentuk molekul-molekul organik yang lebih kompleks.
Pengolahan logam menjadi barang-barang perhiasan yang beraneka ragam dan alat-alat keperluan hidup sehari-hari dan pengolahan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan menjadi bahan pakaian dan makanan untuk kesejahteraan mereka. Pada zaman sekarang ini dapat disaksikan berjuta-juta macam benda hasil penemuan manusia, baik yang kecil maupun yang besar, sebagai hasil kekuatan akalnya.
Malaikat Tidak Punya Hawa Nafsu
Allah menciptakan Malaikat dari Nur (cahaya). Mereka tidak mempunyai hawa nafsu yang mendorong mereka untuk bekerja mengolah benda-benda alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan hidup mereka.
Malaikat merupakan makhluk yang tercipta untuk patuh kepada Allah. Mereka tak pernah lelah bertasbih. Selalu mematuhi dan menaati perintah Allah. Allah berfirman: "....Mereka (Malaikat) tidak dapat durhaka kepada Allah dalam hal apa saja yang Ia perintahkan kepada mereka, dan mereka mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka." (QS. At-Tahriim: 6)
Allah yang Maha Agung menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan dan masing-masing dari mereka memiliki tugas tertentu. Secara fisik digambarkan, Malaikat mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat bahkan lebih.
Dalam Al-Qur'an dijelaskan: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS Al-Mujadalah: 11)
Terkait penciptaan manusia, Allah berfirman: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS Al-Hijr: 26)
Penjelasan Sains
Pertanyaannya, mengapa Nabi Adam mampu menjelaskan nama-nama benda-benda, sedangkan Malaikat tidak mampu? Dalam beberapa surah, termasuk Surah Al-Hijr di atas, Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah.
Dalam perspektif sains, tanah mengandung banyak atom-atom atau unsur-unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti-logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimiawi maupun biokimiawi untuk membentuk molekul-molekul organik yang lebih kompleks.
Lihat Juga :