Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 27 dan Ketika Kaum Musyrik Memesan Ayat Sesuai Keinginannya

Jum'at, 01 Juli 2022 - 16:51 WIB
Saat dikritik mengenai kemusyrikan dan kesesatan, musyrik Mekkah tidak terima dan menentang. Padahal Nabi Muhammad menyampaikan wahyu apa adanya, tak diubah-ubah sesuai kepentingan Nabi pribadi, termasuk cerita mengenai Ashabul Kahfi dan Zulkarnain dalam surat al-Kahfi ini.

Sementara itu, menurut Syekh Mutawalli al-Sya‘rawi, ayat ini bertujuan untuk menguatkan Nabi dari tipu daya musyrik Mekkah. “Kamu itu punya Allah yang selalu menjagamu, tidak akan meninggalkanmu sendirian, dan tak akan membiarkan mereka melakukan tipu daya terhadapmu. Jika mereka mempersulitmu, Allah akan membantu. Akan tetapi, cobaan dan rintangan yang menghalangi dakwahmu itu pasti ada. Jika pertolongan Allah terlambat datang, yakinlah bahwa Allah itu sengaja mempersiapkan bala tentaranya membantumu nanti. Mereka yang beriman hanyalah orang-orang yang kuat dan matang. Cobaan dan rintangan yang dihadapi orang beriman itu sejatinya untuk membersihkan diri mereka agar terus selamat membawa akidah tauhid ini,” jelas Syekh Mutawalli al-Sya‘rawi.

Karena Allah Maha Esa, tak ada yang dapat menandingi-Nya. Oleh karena itu, Allah merdeka dalam menentukan apa yang dikehendaki oleh-Nya. Selain itu, hanya pada-Nya lah, engkau (wahai Muhammad) memohon perlindungan (dari segala macam gangguan dan rintangan dakwah yang dihadapi.

Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim juga menyampaikan bahwa Nabi diperintah untuk menyampaikan semua wahyu pada umatnya, sekalipun berimplikasi pada hal-hal yang tidak menyenangkan bagi Nabi. Oleh karena itu, Nabi diperintahkan untuk pasrah hanya pada Allah, karena tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata.

Baca juga: Tafsir Surah Al-Kahfi ayat 17-18 dan Misteri Gua Ashabul Kahfi
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!