Rahasia Doa dan Ijabah, Hendaknya Ridha dengan Ketetapan Allah

Minggu, 10 Juli 2022 - 12:15 WIB
Syaikh Abul Hasan asy-Syadzily ketika mengartikan ayat ini: ''Sungguh telah diterima doamu berdua (Musa dan Harun alaihissalam) yaitu tentang kebinasaan Fir'aun dan tentaranya, maka hendaklah kamu berdua tetap istiqamah (sabar dalam melanjutkan perjuangan dan terus berdoa), dan jangan mengikuti jejak orang-orang yang tidak mengerti (kekuasaan dan kebijaksanaan Allah)." (QS. Yunus Ayat 89)

Maka kebinasaan Fir'aun merupakan wujud diterimanya doa Nabi Musa dan Harun sesudah 40 tahun lamanya. Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: "Pasti akan dikabulkan doamu selama tidak terburu-buru serta mengatakan 'aku telah berdoa dan tidak diterima'."

Kisah Hikmah

Syaikh Abu Abbas Al-Mursi ketika sakit, seseorang datang membesuknya dan berkata: Semoga Alloh menyembuhkanmu (Afakallohu). Abu Abbas terdiam dan tidak menjawab. Kemudian orang itu berkata lagi: "Allohu Yu'aafika". Maka Abu Abbas menjawab: "Apakah kamu mengira aku tidak memohon kesehatan kepada Allah? Sungguh aku telah memohon kesehatan dan penderitaanku ini termasuk kesehatan, ketahuilah Rasulullah memohon kesehatan dan beliau berkata: "Selalu bekas makanan khaibar itu terasa olehku, dan kini masa putusnya urat jantungku.''

Abu Bakar as-Siddiq radhiyallahu 'anhu memohon kesehatan kemudian jatuh sakit dan wafat karena terkena racun. Umar bin Khottab memohon kesehatan dan wafat dalam keadaan terbunuh. Usman bin Affan memohon kesehatan dan juga wafat dalam keadaan terbunuh. Ali bin Abi Thalib memohon kesehatan dan juga wafat dalam keadaan terbunuh.

Maka bila engkau memohon kesehatan kepada Allah, mohonlah menurut apa yang telah ditentukan oleh Allah untukmu. Maka sebaik-baik seorang hamba ialah menyerahkan segala sesuatunya menurut kehendak-Nya dan meyakini apa yang diberikan Allah, itulah yang terbaik walaupun tidak sejalan dengan nafsu syahwatnya.

Salah satu penyebab doa diterima Allah ialah karena keadaan terpaksa atau kesulitan. Allah berfirman: "Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdo'a kepada-Nya..." (QS. an-Naml 62).

Keadaan terpaksa atau kesulitan itu, apabila merasa tidak ada sesuatu yang diharapkan selain semata-mata karunia Allah Ta'ala. Tidak ada lagi yang dapat membantu kecuali Allah 'Azza wa Jalla.

Baca Juga: Rahasia Terkabulnya Doa dalam Al-Qur'an Al-Karim
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!