Bolehkah Mendoakan Keburukan Terhadap Orang Lain?

Selasa, 19 Juli 2022 - 07:30 WIB
Kenapa hanya orang yang dizalimi diperbolehkan? Dijelaskan bahwa orang yang dizalimi secara umum, baik itu kehormatan, harta, jiwa, agama, atau salah satu hak dari hak-haknya adalah salah satu golongan orang yang doanya tidak ditolak, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadisnya:

“Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan; doa orang yang teraniaya; doa seorang musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya.” (Sunan Abu Daud, Bab do’a bizhahril Ghaib, 2/89; Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Do’a’ul Walidain, 8/98-99; Sunan Ibnu Majah, kitab Doa, 2/348 No. 3908; Musnad Ahmad, 2/478. Dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, No. 596)

Syaikh Ali bin Muhammad al-Qaari mengatakan bentuk kezaliman yang dimaksud adalah semua kezaliman dengan segala macam bentuk dan jenisnya (Muraqat al-Mafatih Syarhu Misykat al-Mashabih, 4/1535).

Adapun bentuk pengabulan doanya bisa bermacam-macam. Sesuai kehendak Allah. Bisa dalam bentuk qishsash atau dia akan dizalimi oleh orang zalim lain. (Al-Jami’ li ahkamil Qur’an, 13/224)

Baca juga: Surat Al-Qur'an untuk Menenangkan Hati yang Dilanda Gundah dan Gelisah



Meskipun orang yang didzalimi adalah orang kafir, Allah tetap akan mendengar dan mengabulkan doanya, sebagaimana hadis Rasulullah yang disebutkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya:

“Yahya bin Ishaq mengabarkan kepadaku (Imam Ahmad), ia berkata: Yahya bin Ayyub mengabarkan kepadaku ia berkata: Abu Abdillah al-Asadi berkata: Aku mendengar Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, meskipun ia orang kafir, sesungguhnya tak ada penghalang baginya.” (Musnad Ahmad, No. 12549)

Doa Hak Preogratif Allah

Tidak semua doa dikabulkan oleh Allah. Bayangkan saja jika misalnya seseorang sakit hati atau miskomunikasi dengan saudaranya karena permasalahan sepele lalu ia mendoakan keburukan untuk orang yang menyakitinya. Sementara orang yang bersangkutan tidak bersalah, misalnya, atau sama-sama merasa terzalimi lalu Allah mengabulkan doanya, jika demikian maka apa jadinya dunia ini? seolah-olah dunia ini diatur oleh kehendak manusia, bukan kehendak Allah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!