Azyumardi Azra: Para Sufi Pengembara Sukses Mengislamkan Penduduk Nusantara

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:55 WIB
Para sufi pengembara disebut-sebut Azyumardi Azra sebagai ulama yang sukses mengislamkan penduduk Nusantara. Foto/Ilustrasi: Ist
Cendekiawan muslim Azyumardi Azra mengatakan, para sufi pengembaralah yang secara luas menjalankan dakwah Islam. Mereka berhasil mengislamkan penduduk di Nusantara paling tidak semenjak abad ke-13.

"Keberhasilan para sufi ini disebabkan oleh kemampuan mereka menyajikan Islam dalam bentuk yang menarik penekanan kontinuitas Islam dengan kepercayaan dan praktik tradisional daripada perubahan," ujar Azyumardi Azra dalam bukunya berjudul "Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal".

Baca juga: Teori Gujarat Tentang Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Pernyataan Azyumardi ini mendukung teori yang diungkapkan oleh AH Johns. Menurut Azyumardi, teori dari AH Johns lebih masuk akal dan lebih bisa banyak dipakai dibandingkan dengan semua teori yang ada.

John berpendapat berkat otoritas karismatik dan kekuatan magis para sufi pengembara jugalah, sebagian guru sufi dapat mengawini putri-putri bangsawan, dan karena itu memberikan kepada anak-anak mereka gengsi darah bangsawan dan sekaligus aura keilahian atau karisma keagamaan.

Tarekat pada awalnya tidak menjadi sebuah ciri yang dominan di Dunia Muslim, kata John, sampai jatuhnya Baghdad di tangan Mongol pada 656 H/1258 M.

Menurut Azyumardi, Johns juga mencatat bahwa setelah Dinasti Abbasiyyah jatuh, kaum sufi memainkan peranan yang semakin meningkat dalam mempertahankan persatuan dunia muslim untuk mengatasi kecenderungan semakin terpecah-pecahnya Dinasti Abbasiyyah menjadi daerah-daerah yang berbahasa Arab, Persia, dan Turki.

Selama masa inilah tarekat perlahan-lahan menjadi lembaga yang stabil dan penuh disiplin serta mengembangkan afiliasi dengan kelompok pedagang dan perajin di berbagai wilayah muslim urban.

Senada dengan pendapat Azyumardi yang mengutip dari pendapat John, Ahmad Baso dalam bukunya berjudul "Islam Nusantara Ijtihad Jenius & Ijma Ulama Indonesia", juga menerangkan bahwa ketika ambruknya kota Baghdad di tangan bangsa Mongol tahun 1258 memunculkan apatisme terhadap peradaban orang-orang Arab.

Perpustakaan sekolah hancur, sekolah-sekolah bubar. Lebih jauh menurut Ahmad Baso, setelah Baghdad hancur, munculah mufti-mufti yang secara keilmuan buruk, serta propagandis, agama puritan yang memiliki paham keagamaan dangkal dan literatis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!