Jangan Sepelekan Perkara Syukur agar Tidak Menjadi Golongan yang Kufur

Minggu, 14 Agustus 2022 - 08:15 WIB
Ada pula ahli hakikat yang mengatakan bahawa hakikat syukur adalah memuji orang yang telah berbaik hati memberi (al-muhsin) dengan mengingat-ingat kebaikannya.

Syukur hamba kepada Allah bererti memuji-Nya dengan mengingat-ingat kebaikan yang Dia berikan. Dengan syukur ini, seseorang akan merasakan kebahagiaan dan akan ditambahkan nikmat untuknya.

Selain itu, dalam Al-Qur`an, banyak ayat yang memerintahkan kepada kita untuk banyak bersyukur terhadap nikmat Allah, salah satunya seperti dalam surat Al-Baqarah ayat:152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ


“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al Baqarah : 152).

Dalam ayat ini, Allah ta’ala memerintahkan kepada kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan melarang kita untuk berbuat kufur.

Sayangnya, ada juga orang yang mengaku musl tapi kurang menyadari akan nikmat yang telah diterima. Sehingga membuat lalai dari mensyukurinya.

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh menjelaskan dalam kitabnya At-Tamhid, mengatakan bahwa wajib bagi seorang hamba memahami benar-benar bahwa setiap nikmat adalah berasal dari Allah Ta'ala dan itulah hakikat syukur.

Baca juga: Hukuman Maksiat akan Membuat Sulit Taat Kepada Allah Ta'ala

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!