Hati-hati! Dosa Besar Mengerikan bagi Perusak Rumah Tangga Orang Lain
Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:45 WIB
Bahkan, karena besarnya dosa takhbib, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melarang menjadi makmum di belakang imam yang melakukan takhbib, sehingga bisa menikahi wanita tersebut.
Takhbib sendiri secara bahasa artinya menipu dan merusak (dalam Syarah Sunan Abu Daud Adzim Abadi). Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu. (Aunul Ma`bud, 6/159).
Di bagian lain, beliau juga menyebutkan,"Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang` maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya. (Aunul Ma`bud, 14/52).
Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapa pun dia. Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi. Awalnya semua beralasan berniat baik, saling mengingatkan dan menasihati. Padahal di sanalah setan atau iblis mulai melancarkan programnya.
Imam Ibnul Jauzi menukil nasihat dari Al-Hasan bin Sholeh yang mengatakan, “Sesungguhnya setan membukan 99 pintu kebaikan, untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis) Karena itu, bagi para lelaki juga harus hati-hati, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan. Terkecuali jika seorang ulama, tokoh agama, yang berhak memberikan fatwa dengan ilmunya.
Baca juga: Ciri-ciri Rumah Tangga Diganggu Sihir dan Setan Dasim, Salah Satunya Tak Bisa Khusuk Ibadah
Wallahu A'lam
Takhbib sendiri secara bahasa artinya menipu dan merusak (dalam Syarah Sunan Abu Daud Adzim Abadi). Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu. (Aunul Ma`bud, 6/159).
Di bagian lain, beliau juga menyebutkan,"Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang` maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya. (Aunul Ma`bud, 14/52).
Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapa pun dia. Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi. Awalnya semua beralasan berniat baik, saling mengingatkan dan menasihati. Padahal di sanalah setan atau iblis mulai melancarkan programnya.
Imam Ibnul Jauzi menukil nasihat dari Al-Hasan bin Sholeh yang mengatakan, “Sesungguhnya setan membukan 99 pintu kebaikan, untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis) Karena itu, bagi para lelaki juga harus hati-hati, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan. Terkecuali jika seorang ulama, tokoh agama, yang berhak memberikan fatwa dengan ilmunya.
Baca juga: Ciri-ciri Rumah Tangga Diganggu Sihir dan Setan Dasim, Salah Satunya Tak Bisa Khusuk Ibadah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :