Kisah Adu Doa antara Nabi Musa dan Qarun

Rabu, 31 Agustus 2022 - 13:21 WIB
Qarun adalah manusia tajir di era Nabi Musa. Foto/Ilustrasi: YouTube
Kisah adu doa antara Nabi Musa dan Qarun disebutkan dalam sejumlah riwayat. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan kisah penenggelaman si tajir yang sombong itu dalam beberapa versi. Salah satunya adalah hasil akhir dari adu doa dengan Nabi Musa as.

Ibnu Katsir mengutip salah satu pendapat mengisahkan satu hari Qarun keluar dari rumah. Ia dan pelayannya mengenakan pakaian dan perhiasan mewah yang indah gemerlap. Qarun bermaksud memamerkan diri secara optimal kepada kaumnya.

Sampai kemudian Qarun dan iringannya itu melalui majelis Nabi Musa as yang saat itu sedang memberikan peringatan kepada kaum Bani Israil akan kekuasaan-kekuasaan Allah.

Tatkala Qarun melintas, maka wajah orang-orang Bani Israil berpaling ke arahnya dan pandangan mereka tertuju kepada Qarun dan kemewahannya. Nabi Musa pun memanggil Qarun dan bertanya kepadanya, "Apakah yang mendorongmu berbuat demikian?"



Qarun menjawab, "Hai Musa, ingatlah jika engkau diberi keutamaan di atasku berkat kenabian, maka sesungguhnya aku pun mempunyai kelebihan atas dirimu berkat harta yang kumiliki. Dan sesungguhnya jika kamu suka, marilah kita keluar dan marilah engkau berdoa untuk kebinasaanku dan aku pun berdoa (pula) untuk kebinasaanmu."

Nabi Musa dan Qarun pun keluar dari kalangan kaumnya. Musa as berkata, "Apakah engkau dahulu yang berdoa ataukah aku?"

Qarun menjawab, "Tidak, akulah yang lebih dahulu berdoa." Maka Qarun pun berdoa tetapi tidak diperkenankan.

Musa berkata, "Sekarang giliranku."

Qarun menjawab, "Ya."

Lalu Musa berdoa, "Ya Allah, perintahkanlah kepada bumi agar taat kepada perintahku hari ini."

Selanjutnya Musa berkata, "Hai bumi, benamkanlah mereka (Qarun dan para pelayannya)."

Maka bumi membenamkannya sampai sebatas telapak kaki mereka. Musa berkata lagi, "Benamkanlah mereka," maka bumi membenamkannya sampai sebatas lutut mereka. Musa berkata, "Benamkanlah mereka," maka bumi membenamkannya sampai batas pundak mereka.

Kemudian Musa berkata, "Bawakanlah perbendaharaan harta mereka," maka bumi membawakan semua harta benda mereka sehingga mereka dapat melihatnya. Lalu Musa as berisyarat dengan tangannya dan berkata, "Pergilah kamu semua, hai Bani Levi," maka bumi menelan mereka semuanya.



Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa bumi menelan mereka sampai hari kiamat. Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa bumi membenamkan mereka setiap harinya sedalam tinggi tubuh mereka, maka mereka terus-menerus tenggelam ke dalam bumi sampai hari kiamat.

Ibnu Katsir mengatakan sehubungan dengan kisah ini banyak riwayat yang bersumber dari kisah israiliyat yang aneh-aneh.

Sepupu Nabi Musa

Lalu, siapa Qarun? Ibnu Abbas mengatakan Qarun adalah sepupu Nabi Musa as. Dia anak paman Musa. Ibnu Juraij mengatakan bahwa dia adalah Qarun ibnu Yas-hub ibnu Qahis, sedangkan Musa adalah Ibnu Imran ibnu Qahis.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan Qarun berjuluk Al-Munawwir karena suaranya yang bagus saat membaca kitab Taurat, tetapi dia adalah musuh Allah lagi munafik, sebagaimana sikap munafiknya Samiri. Keserakahan dirinyalah yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan karena hartanya yang terlalu banyak.
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Farwah bin Naufal Al Asyja'i dia berkata: Saya pernah bertanya kepada Aisyah tentang doa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat memohon kepada Allah Azza wa Jalla, maka Aisyah menjawab, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdoa: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA 'AMILTU WA MIN SYARRI MAA LAM A'MAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatan yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan).

(HR. Muslim No. 4891)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More