Kisah Adu Doa antara Nabi Musa dan Qarun
Rabu, 31 Agustus 2022 - 13:21 WIB
Kemudian Musa berkata, "Bawakanlah perbendaharaan harta mereka," maka bumi membawakan semua harta benda mereka sehingga mereka dapat melihatnya. Lalu Musa as berisyarat dengan tangannya dan berkata, "Pergilah kamu semua, hai Bani Levi," maka bumi menelan mereka semuanya.
Baca juga: Dahsyatnya Harta Qarun, Kunci Gudang Hartanya Harus Dipikul Puluhan Orang
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa bumi menelan mereka sampai hari kiamat. Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa bumi membenamkan mereka setiap harinya sedalam tinggi tubuh mereka, maka mereka terus-menerus tenggelam ke dalam bumi sampai hari kiamat.
Ibnu Katsir mengatakan sehubungan dengan kisah ini banyak riwayat yang bersumber dari kisah israiliyat yang aneh-aneh.
Sepupu Nabi Musa
Lalu, siapa Qarun? Ibnu Abbas mengatakan Qarun adalah sepupu Nabi Musa as. Dia anak paman Musa. Ibnu Juraij mengatakan bahwa dia adalah Qarun ibnu Yas-hub ibnu Qahis, sedangkan Musa adalah Ibnu Imran ibnu Qahis.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan Qarun berjuluk Al-Munawwir karena suaranya yang bagus saat membaca kitab Taurat, tetapi dia adalah musuh Allah lagi munafik, sebagaimana sikap munafiknya Samiri. Keserakahan dirinyalah yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan karena hartanya yang terlalu banyak.
Qarun amatlah tajir, sayangnya dia sombong. Menurut Syahr ibnu Hausyab, Qarun menjulurkan kainnya sepanjang satu jengkal karena kesombongan dan keangkuhan terhadap kaumnya sendiri. Dalam al-Quran surat Al-Qashash ayat 76, digambarkan kekayaan tajir ini.
وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ
dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. ( QS Al-Qashash : 76)
Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Khaisamah menggambarkan bahwa kunci-kunci perbendaharaan harta Qarun terbuat dari kulit, setiap kunci besarnya sama dengan jari telunjuk. Setiap kunci untuk satu gudang tersendiri secara terpisah. Apabila Qarun berkendaraan, maka semua kunci perbendaharaannya diangkut dengan enam puluh ekor begal yang kuat.
Tingkah Qarun yang sombong mengundang kaumnya untuk berkomentar dan memberi nasihat kepadanya. "Janganlah kamu terlalu bangga dengan apa yang telah kamu peroleh," ujar kaumnya kepada Qarun.
Baca juga: Dahsyatnya Harta Qarun, Kunci Gudang Hartanya Harus Dipikul Puluhan Orang
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa bumi menelan mereka sampai hari kiamat. Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa bumi membenamkan mereka setiap harinya sedalam tinggi tubuh mereka, maka mereka terus-menerus tenggelam ke dalam bumi sampai hari kiamat.
Ibnu Katsir mengatakan sehubungan dengan kisah ini banyak riwayat yang bersumber dari kisah israiliyat yang aneh-aneh.
Sepupu Nabi Musa
Lalu, siapa Qarun? Ibnu Abbas mengatakan Qarun adalah sepupu Nabi Musa as. Dia anak paman Musa. Ibnu Juraij mengatakan bahwa dia adalah Qarun ibnu Yas-hub ibnu Qahis, sedangkan Musa adalah Ibnu Imran ibnu Qahis.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan Qarun berjuluk Al-Munawwir karena suaranya yang bagus saat membaca kitab Taurat, tetapi dia adalah musuh Allah lagi munafik, sebagaimana sikap munafiknya Samiri. Keserakahan dirinyalah yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan karena hartanya yang terlalu banyak.
Qarun amatlah tajir, sayangnya dia sombong. Menurut Syahr ibnu Hausyab, Qarun menjulurkan kainnya sepanjang satu jengkal karena kesombongan dan keangkuhan terhadap kaumnya sendiri. Dalam al-Quran surat Al-Qashash ayat 76, digambarkan kekayaan tajir ini.
وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ
dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. ( QS Al-Qashash : 76)
Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Khaisamah menggambarkan bahwa kunci-kunci perbendaharaan harta Qarun terbuat dari kulit, setiap kunci besarnya sama dengan jari telunjuk. Setiap kunci untuk satu gudang tersendiri secara terpisah. Apabila Qarun berkendaraan, maka semua kunci perbendaharaannya diangkut dengan enam puluh ekor begal yang kuat.
Tingkah Qarun yang sombong mengundang kaumnya untuk berkomentar dan memberi nasihat kepadanya. "Janganlah kamu terlalu bangga dengan apa yang telah kamu peroleh," ujar kaumnya kepada Qarun.
Lihat Juga :