Kisah Ibnu Umar Menguji Seorang Penggembala
Rabu, 07 September 2022 - 15:52 WIB
Lalu sang anak tersebut pergi sambil mengangkat jarinya ke langit seraya berkata, “Di mana Allah?”
Maka Ibnu Umar selalu mengulang-ulang perkataan, si penggembala: 'Di mana Allah?’.
Setelah tiba di Madinah, Ibnu Umar mengirim utusan kepada tuan anak tersebut untuk membeli budak tersebut beserta gembalanya, lalu sang budak dimerdekakan dan hewan ternaknya diberikan kepadanya.
Baca juga: Kisah Ibnu Umar Menangis di Majelis yang Melembutkan Hati
Masuk Islam
Ibnu Umar memeluk agama Islam bersama ayahnya saat ia masih kecil. Beliau ikut hijrah ke Madinah bersama ayah, Umar bin Khattab.
Pada usia 13 tahun, Ibnu Umar ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar, namun Rasulullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq.
Beliau ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan turut pula dalam pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Setelah Nabi Muhammad wafat, beliau ikut dalam Perang Yarmuk dan dalam penaklukan Mesir serta daerah lainnya di Afrika.
Khalifah Utsman bin Affan pernah menawari Ibnu Umar untuk menjabat sebagai hakim, tetapi ia tidak mau menerimanya. Setelah Utsman terbunuh, sebagian kaum muslimin pernah berupaya membai'atnya menjadi khalifah, tetapi ia juga menolaknya.
Ia tidak ikut campur dalam pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia cenderung menjauhi dunia politik, meskipun ia sempat terlibat konflik dengan Abdullah bin Zubair yang pada saat itu telah menjadi penguasa Makkah.
Maka Ibnu Umar selalu mengulang-ulang perkataan, si penggembala: 'Di mana Allah?’.
Setelah tiba di Madinah, Ibnu Umar mengirim utusan kepada tuan anak tersebut untuk membeli budak tersebut beserta gembalanya, lalu sang budak dimerdekakan dan hewan ternaknya diberikan kepadanya.
Baca juga: Kisah Ibnu Umar Menangis di Majelis yang Melembutkan Hati
Masuk Islam
Ibnu Umar memeluk agama Islam bersama ayahnya saat ia masih kecil. Beliau ikut hijrah ke Madinah bersama ayah, Umar bin Khattab.
Pada usia 13 tahun, Ibnu Umar ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar, namun Rasulullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq.
Beliau ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan turut pula dalam pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Setelah Nabi Muhammad wafat, beliau ikut dalam Perang Yarmuk dan dalam penaklukan Mesir serta daerah lainnya di Afrika.
Khalifah Utsman bin Affan pernah menawari Ibnu Umar untuk menjabat sebagai hakim, tetapi ia tidak mau menerimanya. Setelah Utsman terbunuh, sebagian kaum muslimin pernah berupaya membai'atnya menjadi khalifah, tetapi ia juga menolaknya.
Ia tidak ikut campur dalam pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia cenderung menjauhi dunia politik, meskipun ia sempat terlibat konflik dengan Abdullah bin Zubair yang pada saat itu telah menjadi penguasa Makkah.
Lihat Juga :