Tak Disangka Sakit pun Memberi Kenikmatan, Nomor Terakhir Jadi Penyemangat Menambah Bekal Akhirat
Jum'at, 09 September 2022 - 16:56 WIB
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin (karena) seluruh urusannya adalah baik. Dan yang demikian itu tidak (terjadi), kecuali bagi seorang mukmin. Jika dikaruniai kesenangan ia bersyukur, dan hal itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, dan hal itu baik baginya." (HR. Muslim Juz 4 : 2999)
3. Sebagai sarana mensyukuri nikmat sehat
Kesehatan yang demikian berharga terkadang akan baru terasa ketika seorang telah jatuh sakit. Padahal banyak manusia yang diberikan karunia kesehatan, namun mereka tertipu dengan menyia-nyiakan kesehatan tersebut. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu ia berkata, Nabi Shalallahu alaihi wa salam bersabda;
"Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu padanya, (yaitu); nikmat sehat dan waktu luang."(HR. Bukhari No : 6049)
Dengan adanya sakit hendaknya menjadi renungan bagi seorang muslim tentang betapa berharganya nikmat kesehatan. Sehingga ketika nantinya ia telah diberikan kesembuhan oleh Allah Ta'ala, maka ia akan benar-benar mengoptimalkan waktu sehat dengan melakukan berbagai amalan kebaikan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda;
"Manfaatkan lima perkara sebelum (datangnya) lima perkara; (masa) mudamu sebelum datang (masa) tuamu, (masa) sehatmu sebelum datang (masa) sakitmu, (masa) kayamu sebelum datang (masa) kefakiranmu, (masa) luangmu sebelum datang (masa) sibukmu, hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Hakim Juz 4 : 7846. Hadis ini dishahihkan oleh Syikh Al-Albani dalam Shahihul Jami'a: 1077)
4. Sebagai sarana untuk bertaubat
Dosa yang dilakukan oleh manusia akan mendatangkan keburukan dan musibah bagi pelakunya. Dosa dapat menyebabkan seorang terlilit utang. Sebagaimana Muhammad bin Sirin (Beliau adalah seorang Tabi'in yang wafat di Bashrah tahun 110 H) pernah berkata;
"Sesungguhnya aku mengetahui (dampak) dosaku (dahulu), yang menyebabkanku (sekarang) terlilit utang." (Shifatush Shafwah, 3/246)
3. Sebagai sarana mensyukuri nikmat sehat
Kesehatan yang demikian berharga terkadang akan baru terasa ketika seorang telah jatuh sakit. Padahal banyak manusia yang diberikan karunia kesehatan, namun mereka tertipu dengan menyia-nyiakan kesehatan tersebut. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu ia berkata, Nabi Shalallahu alaihi wa salam bersabda;
"Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu padanya, (yaitu); nikmat sehat dan waktu luang."(HR. Bukhari No : 6049)
Dengan adanya sakit hendaknya menjadi renungan bagi seorang muslim tentang betapa berharganya nikmat kesehatan. Sehingga ketika nantinya ia telah diberikan kesembuhan oleh Allah Ta'ala, maka ia akan benar-benar mengoptimalkan waktu sehat dengan melakukan berbagai amalan kebaikan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda;
"Manfaatkan lima perkara sebelum (datangnya) lima perkara; (masa) mudamu sebelum datang (masa) tuamu, (masa) sehatmu sebelum datang (masa) sakitmu, (masa) kayamu sebelum datang (masa) kefakiranmu, (masa) luangmu sebelum datang (masa) sibukmu, hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Hakim Juz 4 : 7846. Hadis ini dishahihkan oleh Syikh Al-Albani dalam Shahihul Jami'a: 1077)
4. Sebagai sarana untuk bertaubat
Dosa yang dilakukan oleh manusia akan mendatangkan keburukan dan musibah bagi pelakunya. Dosa dapat menyebabkan seorang terlilit utang. Sebagaimana Muhammad bin Sirin (Beliau adalah seorang Tabi'in yang wafat di Bashrah tahun 110 H) pernah berkata;
"Sesungguhnya aku mengetahui (dampak) dosaku (dahulu), yang menyebabkanku (sekarang) terlilit utang." (Shifatush Shafwah, 3/246)
Lihat Juga :