Karomah Mbah Muntaha saat di Makam Rasulullah SAW

Jum'at, 09 September 2022 - 15:09 WIB
Ini aneh dan mustahil. Padahal, biasanya pintu makam Nabi dijaga dan tertutup rapat di malam hari. Dalam ketakjuban, KH Habibullah mengikuti Mbah Muntaha menuju makam Nabi.

Baca juga: Karomah Imam Nawawi yang Jarang Diketahui

Lama Mbah Mun terdiam di depan makam Nabi. Kemudian, KH Habibullah menyaksikan Mbah Muntaha menangis. Di situ, Mbah Mun menjalankan sholat malam hingga waktu subuh menjelang.

Ya, mengapa pintu makam Nabi, yang biasanya selalu terkunci dan dijaga di malam hari, bisa terbuka lebar untuk Mbah Muntaha? Wallahu alam.

Samsul Munir Amin mengatakan beberapa perilaku ganjil memang sering terjadi pada diri seorang ulama. Ulama yang kharismatik, yang tentu saja memililki amaliah dan ibadah yang mendekati sempurna, di mata Allah adalah hambaNya yang terkasih. Sehingga, bisa saja perlakuan ganjil mengiringi perjalanan hidup ulama tersebut, sebagaimana yang terjadi pada diri Mbah Mun.

Menurut Samsul Munir, kejadian ganjil yang justru terjadi di makam Nabi Muhammad sungguh merupakan sesuatu yang bisa saja terjadi. Terbukanya pintu makam Nabi menunjukkan bahwa sesungguhnya Nabi, walaupun secara kasat mata telah wafat, bisa menemui orang-orang tertentu yang dikehendakinya.

Baca juga: Karomah Syaikhona Kholil, Ulama Kharismatik Pulau Madura

Hamangkurat IV

Mbah Muntaha lahir di Kalibeber pada 19 Juli 1912 dan wafat pada 29 Desember 2004. Dalam bukunya yang berjudul "Biografi KH. Muntaha Al-Hafizh, Ulama Multidimensi" karya Drs Samsul Munir Amin, MA disebutkan Mbah Muntaha adalah putra dari KH Asy'ari bin KH Abdurrahim bin Kiai Muntaha.

Kakek buyut Mbah Muntaha adalah salah seorang pasukan perang Pangeran Diponegoro yang jika ditelusuri silsilahnya sampai kepada Hamangkurat IV.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!