Kisah Ashabul Ukhdud, 20.000 Orang Nasrani Dibakar di Dalam Parit
Selasa, 13 September 2022 - 16:52 WIB
Kisah ashabul ukhdud konon menewaskan 20.000 orang pemeluk Nasrani. Foto/Iustrasi: Ist
Kisah Ashabul Ukhdud adalah tragedi sejarah pemaksaan agama di era sebelum Islam. Kala itu, orang-orang Nasrani dipaksa keluar dari agamanya untuk memeluk agama Yahudi . Mereka menolak sehingga dibunuh secara brutal. Mereka dibakar dalam parit. Korban dalam tragedi ini adalah 20.000 orang kaum Nasrani.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebut peristiwa ini terjadi saat Dhu Nuwas al-Himyari berkuasa di Yaman. Ia condong sekali kepada agama Musa (Yudaisma), dan tidak menyukai penyembahan berhala. Ia belajar agama ini dari orang-orang Yahudi yang pindah dan menetap di Yaman.
Baca juga: Yaman Pra-Islam: Abrahah dan Pembantaian 20.000 Umat Nasrani
Cerita ini ringkasnya, menurut Haekal, ialah bahwa ada seorang pengikut Nabi Isa yang saleh bernama Phemion telah pindah dari Kerajaan Romawi ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kota itu banyak yang mengikuti jejaknya, sehingga jumlah mereka makin lama makin bertambah juga.
Setelah berita itu sampai kepada Dhu Nuwas, ia pergi ke Najran dan dimintanya kepada penduduk supaya mereka masuk agama Yahudi, kalau tidak akan dibunuh. Karena mereka menolak, maka digalilah sebuah parit dan dipasang api di dalamnya.
Mereka dimasukkan ke dalam parit itu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian dengan pedang atau dibikin cacat.
Menurut beberapa buku sejarah korban pembunuhan itu mencapai duapuluh ribu orang. Salah seorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan Dhu Nuwas, ia lari ke Romawi dan meminta bantuan Kaisar Yustinianus atas perbuatan Dhu Nuwas itu.
Dhu Nuwas inilah yang disebut-sebut oleh ahli-ahli sejarah, yang termasuk dalam kisah "orang-orang yang membuat parit," yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
قُتِلَ اَصۡحٰبُ الۡاُخۡدُوۡدِۙ
النَّارِ ذَاتِ الۡوَقُوۡدِۙ
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebut peristiwa ini terjadi saat Dhu Nuwas al-Himyari berkuasa di Yaman. Ia condong sekali kepada agama Musa (Yudaisma), dan tidak menyukai penyembahan berhala. Ia belajar agama ini dari orang-orang Yahudi yang pindah dan menetap di Yaman.
Baca juga: Yaman Pra-Islam: Abrahah dan Pembantaian 20.000 Umat Nasrani
Cerita ini ringkasnya, menurut Haekal, ialah bahwa ada seorang pengikut Nabi Isa yang saleh bernama Phemion telah pindah dari Kerajaan Romawi ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kota itu banyak yang mengikuti jejaknya, sehingga jumlah mereka makin lama makin bertambah juga.
Setelah berita itu sampai kepada Dhu Nuwas, ia pergi ke Najran dan dimintanya kepada penduduk supaya mereka masuk agama Yahudi, kalau tidak akan dibunuh. Karena mereka menolak, maka digalilah sebuah parit dan dipasang api di dalamnya.
Mereka dimasukkan ke dalam parit itu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian dengan pedang atau dibikin cacat.
Menurut beberapa buku sejarah korban pembunuhan itu mencapai duapuluh ribu orang. Salah seorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan Dhu Nuwas, ia lari ke Romawi dan meminta bantuan Kaisar Yustinianus atas perbuatan Dhu Nuwas itu.
Dhu Nuwas inilah yang disebut-sebut oleh ahli-ahli sejarah, yang termasuk dalam kisah "orang-orang yang membuat parit," yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
قُتِلَ اَصۡحٰبُ الۡاُخۡدُوۡدِۙ
النَّارِ ذَاتِ الۡوَقُوۡدِۙ
Lihat Juga :