Sosok Perempuan yang Menolak Lamaran Nabi Muhammad SAW, Ini Alasannya

Selasa, 13 September 2022 - 23:51 WIB
"Wahai Rasulullah, sungguh dirimu lebih aku cintai dari pendengaran dan pengelihatanku. Dan hak suami itu besar, saya takut nanti ketika menunaikan hak suami, saya menyia-nyiakan sebagian hak anak-anak saya dan diri saya (tidak maksimal mengurus mereka). Dan ketika saya mengurus anak-anak, saya takut melalaikan hak suami."

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Ummu Hani' mengatakan:

يا رسول الله، إني قد كبرت ولي عيال

Artinya: "Wahai Rasulullah, saya sudah berumur dan saya punya tanggung jawab kepada anak-anak."

Intinya, beliau takut jika nanti menikah dengan Nabi tidak bisa menunaikan hak suami dengan maksimal, lebih-lebih menjadi istri seorang Nabi. Mendengar ini, Rasulullah SAW kemudian berkata:

نساء قريش خير نساء ركبن الإبل: أحناه على طفل، وأرعاه على زوج فى ذات يده

Artinya: "Perempuan-perempuan Quraisy adalah sebaik-baiknya perempuan yang menunggangi kuda (kinayah: perempuan Arab), sangat kasih sayang terhadap anaknya, dan sangat peduli kepada suaminya." (HR Muslim)

Demikian kisah Fakhitah yang menolak lamaran Rasulullah SAW berikut sebabnya. Ummu Hani' wafat pada Tahun 50 Hijriyah.

Ummu Hani' adalah sosok penting dalam sejarah Islam. Dari rumahnya, di bawah atap yang menjadi langit keluarganya, sebuah mukjizat pernah terjadi. Kediamannya yang penuh berkah menjadi saksi peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Ummu Hani' Sepupu Nabi Muhammad SAW, Saksi Hidup Peristiwa Isra Mikraj
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!