Peristiwa Rabiul Awal: Hijrah Nabi Muhammad SAW Bukan di Bulan Muharram

Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:56 WIB
Muncullah sejumlah pendapat. Ada yang mengusulkan agar pembuatan tahun mengikuti penanggalan Persia dan Romawi. Ada yang mengajukan usul agar mengacu pada peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada yang mengusulkan berdasarkan tahun diutusnya Nabi (bi’tsah). Ada pula yang mengusulkan pada tahun kewafatan Nabi.

Akhirnya, Ali bin Abi Thalib mengajukan ide agar sistem penanggalan tersebut mengacu pada peristiwa hijrah umat Islam dari Mekkah ke Madinah.

Baca juga: Peristiwa Penting Rabiul Awal: Bulan Lahir dan Wafatnya Rasulullah SAW

Umar kemudian menyetujui usulan Ali karena peristiwa ini diketahui semua orang dan merupakan simbol transformasi dakwah Islam.

Setelah semua sepakat, bulan apa yang pas kiranya dijadikan awal tahun. Diskusi pun berlangsung kembali dan muncul usulan yang beragam. Sebagian mengusulkan agar diawali dengan bulan Ramadhan. Hanya kemudian, Umar mengajukan pendapat agar diawali dengan bulan Muharram.

Alasannya, Muharram adalah momen saat umat Islam baru selesai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, jamaah haji yang baru merampungkan rukun Islam kelima ini bersih dari dosa sehingga kepulangan mereka lebih pas dijadikan awal tahun Hijriah.

Baca juga: Amalan Rabiul Awal, Perbanyak Baca Sholawat Ini
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!