Berikut Ini yang Dikhawatirkan Rasulullah terhadap Umatnya

Minggu, 05 Juli 2020 - 05:00 WIB
Selanjutnya Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria menjelaskan mengenai contoh-contoh kekhawatiran Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan yang berkaitan dengan Dzat-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya, serta peringatan dari kesyirikan. Diantara dalil yang menjelaskan hal ini ialah:

Baca juga: Pengetahuan Tentang Tuhan (2-Habis): Enam Penyebab Kejahilan

Sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang sahih:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لا يزال عبدي يسأل عني هذا الله خلقني فمن خلق الله » [أخرجه ابن أبي عاصم]

"Senantiasa ada hamba -Ku yang bertanya tentang-Ku. Ini adalah Allah, lalu siapakah yang menciptakan Allah?".

Demikian pula yang tersirat secara jelas di dalam sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّ أُمَّتَكَ لاَ يَزَالُونَ يَقُولُونَ: مَا كَذَا مَا كَذَا حَتَّى يَقُولُوا: هَذَا اللَّهُ خَلَقَ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ » [أخرجه مسلم]

"Allah berfirman, Sesungguhnya umatmu senantiasa berkata. Apakah ini? Apakah itu? sampai-sampai mereka berkata:”Ini adalah Allah yang menciptakan makhluk, lantas siapakah yang menciptakan Allah?".

Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria mengingatkan keraguan seperti ini apabila menghujam dalam hati akan menyebabkan kesyirikan dalam dzat Allah ta’ala. Maka Nabi Muhammad SAW memperingatkan agar tidak terjerumus dalam hal tersebut, dan menjelaskan kiat-kiat agar manusia terjaga dari kesyirikan.

Baca juga: Pengetahuan Tentang Tuhan (1): Miniatur Kekuasaan dan Cinta Sang Pencipta

Rasulullah SAW bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ فَيَقُولُ: اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ الْأَرْضَ فَيَقُولُ: اللَّهُ، فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ اللَّهَ. فَإِذَا أَحَسَّ أَحَدُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ هَذَا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ » [أخرجه ابن أبي عاصم]

"Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang di antara kalian sambil berkata, "Siapa yang menciptakan langit? Dijawab, "Allah". Lantas setan bertanya lagi, "Lalu siapa yang menciptakan bumi?. Dijawab, "Allah". Setan bertanya lagi, "Siapa yang menciptakan Allah?. Maka jika kalian merasakan hal tersebut hendaknya mengucapkan, "Saya beriman kepada Allah dan rasul-Nya".

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَإِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلك فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ » [أخرجه ابن أبي عاصم]

"Apabila salah seorang dari kalian mendapati hal seperti itu maka katakanlah, "Saya beriman kepada Allah dan rasul -Nya".

Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali: Pemeriksaan Diri dan Zikir Kepada Allah (1)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَإِذَا بلَغَ من ذَلِكَ لِيَسْتَعِذ بالله ولْيَنتَه » [أخرجه مسلم]

"Apabila sampai pada hal tersebut hendaknya berlindung kepada Allah dan menghentikannya".

Di sebuah riwayat lagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَمَن وَجَدَ من ذَلِكَ شَيئًا - فَلْيَقُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ » [أخرجه مسلم]

"Barangsiapa yang mendapatkan hal itu hendaknya mengatakan, "Saya beriman kepada Allah".

Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali: Pemeriksaan Diri dan Zikir Kepada Allah (2)



Dalam riwayat lain, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فإذا قالوا ذلك فقولوا (( الله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد )) ثم ليتفل عن يساره ثلاثا وليستعذ بالله من الشيطان » [أخرجه أبو داود]

"Jika setan membisiki seperti itu, maka katakanlah, "Allahu Ahad, Allahus Shamad, Lam yalid walam yulad, walam yakun lahu kufuwan ahad". Kemudian meludah ke arah kirinya, dan meminta perlindungan (isti’adzah, pent.) kepada Allah dari setan".

Masuk dalam kategori ini pula yaitu perasaan was-was dengan urusan Rabb. Adapun bimbingan yang diberikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal itu, bahwasanya hal tersebut masih dalam kemurnian iman selama tidak melebihi batas dan tidak sampai mengatakannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!