Berikut Ini yang Dikhawatirkan Rasulullah terhadap Umatnya
Minggu, 05 Juli 2020 - 05:00 WIB
Baca juga: Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali: Pemeriksaan Diri dan Zikir Kepada Allah (3)
Sebagaimana termaktub dalam beberapa hadis berikut ini:
1. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sekelompok sahabat mendatangi nya sambil mengadukan, "Wahai Rasulullah sesungguhnya kami mendapati dalam diri kami sesuatu yang akan menjadi perkara besar jika kami mengucapkannya".
Nabi menegaskan, "Apakah benar kalian mendapatkan dalam hati? Mereka menjawab, "Benar". Nabi bersabda, "Itulah yang dinamakan iman yang jelas".. Dikatakan dalam riwayat lain, "Itu adalah Iman yang murni".
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (1 )
2. Dalam riwayat lain disebutkan, "Pernah suatu ketika ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, aku berbicara dengan diriku mengenai perkara Rabb yang mana aku ditimpa oleh langit lebih aku sukai daripada membicarakannya". Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Itulah iman yang murni".
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (2-Habis)
3. Dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, "Ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendapati dalam diriku sesuatu yang mana aku menjadi arang, lebih aku cintai daripada membicarakannya".
Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Allahu Akbar, Segala puji bagi Allah yang mengembalikan perkaranya hanya sekadar was-was".
Baca juga: Cinta Kepada Allah, Ibrahim: Wahai Izrail, Ambillah Nyawaku (1)
Masuk dalam kategori ini pula, kekhawatiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap umatnya agar tidak tersesat dalam permasalahan takdir, dan peringatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadapnya. Oleh karenanya ada beberapa riwayat yang menyebutkan:
4. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أَخْوَفُ مَا أَخَافَ عَلَى أُمَّتِي ثَلاثَ: الاسْتِسْقَاءُ بِالأَنْوَاءِ وَحَيْفُ السُّلْطَانِ وَتَكْذِيبٌ بِالْقَدَرِ » [أخرجه أحمد]
"Ada tiga perkara yang paling aku takutkan menimpa umat ku, yaitu, meminta hujan kepada bintang-bintang, kelaliman penguasa, dan mendustakan takdir".
Baca juga: Cinta Kepada Allah (2): Menampak Allah Puncak Kebahagiaan Manusia
Dalam riwayat yang lain, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ مَجُوسًا وَإِنَّ مَجُوسَ هذه الأُمَة القَدَرِية » [أخرجه ابن أبي عاصم]
"Sesungguhnya setiap umat ada Majusinya, dan Majusi umat ku adalah Qadariyah".
Demikian pula disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أُخِّرَ الْكَلامُ فِي الْقَدَرِ لِشِرَارِ أُمَّتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ » [أخرجه ابن أبي عاصم]
"Perbincangan terakhir dalam masalah takdir diucapnkan oleh umatku yang paling jelek kelak di akhir zaman".
Baca juga: Cinta kepada Allah dan 7 Ujian ke Arah Sana (3-Habis
Masuk dalam jenis ini pula, kekhawatiran nabi terhadap umatnya tertimpa kesombongan, yang mana hal itu adalah hak murni bagi Allah ta’ala. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan umatnya agar tidak terjerumus dalam kesombongan dengan sabdanya :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يقول الله عز وجل: العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحدا منهما عذبته » [أخرجه ابن أبي شيبة]
"Allah ta’ala berfirman dalam hadis qudsi, "Kemuliaan adalah izarku, dan kesombongan adalah selendangku, barangsiapa yang menggunakan salah satunya niscaya akan Aku azab". (Baca juga: Pengetahuan Tentang Dunia: Pasar yang Disinggahi Para Musafir )
Sebagaimana termaktub dalam beberapa hadis berikut ini:
1. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sekelompok sahabat mendatangi nya sambil mengadukan, "Wahai Rasulullah sesungguhnya kami mendapati dalam diri kami sesuatu yang akan menjadi perkara besar jika kami mengucapkannya".
Nabi menegaskan, "Apakah benar kalian mendapatkan dalam hati? Mereka menjawab, "Benar". Nabi bersabda, "Itulah yang dinamakan iman yang jelas".. Dikatakan dalam riwayat lain, "Itu adalah Iman yang murni".
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (1 )
2. Dalam riwayat lain disebutkan, "Pernah suatu ketika ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, aku berbicara dengan diriku mengenai perkara Rabb yang mana aku ditimpa oleh langit lebih aku sukai daripada membicarakannya". Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Itulah iman yang murni".
Baca juga: Musik dan Tarian Sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan (2-Habis)
3. Dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, "Ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendapati dalam diriku sesuatu yang mana aku menjadi arang, lebih aku cintai daripada membicarakannya".
Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Allahu Akbar, Segala puji bagi Allah yang mengembalikan perkaranya hanya sekadar was-was".
Baca juga: Cinta Kepada Allah, Ibrahim: Wahai Izrail, Ambillah Nyawaku (1)
Masuk dalam kategori ini pula, kekhawatiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap umatnya agar tidak tersesat dalam permasalahan takdir, dan peringatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadapnya. Oleh karenanya ada beberapa riwayat yang menyebutkan:
4. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أَخْوَفُ مَا أَخَافَ عَلَى أُمَّتِي ثَلاثَ: الاسْتِسْقَاءُ بِالأَنْوَاءِ وَحَيْفُ السُّلْطَانِ وَتَكْذِيبٌ بِالْقَدَرِ » [أخرجه أحمد]
"Ada tiga perkara yang paling aku takutkan menimpa umat ku, yaitu, meminta hujan kepada bintang-bintang, kelaliman penguasa, dan mendustakan takdir".
Baca juga: Cinta Kepada Allah (2): Menampak Allah Puncak Kebahagiaan Manusia
Dalam riwayat yang lain, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ مَجُوسًا وَإِنَّ مَجُوسَ هذه الأُمَة القَدَرِية » [أخرجه ابن أبي عاصم]
"Sesungguhnya setiap umat ada Majusinya, dan Majusi umat ku adalah Qadariyah".
Demikian pula disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أُخِّرَ الْكَلامُ فِي الْقَدَرِ لِشِرَارِ أُمَّتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ » [أخرجه ابن أبي عاصم]
"Perbincangan terakhir dalam masalah takdir diucapnkan oleh umatku yang paling jelek kelak di akhir zaman".
Baca juga: Cinta kepada Allah dan 7 Ujian ke Arah Sana (3-Habis
Masuk dalam jenis ini pula, kekhawatiran nabi terhadap umatnya tertimpa kesombongan, yang mana hal itu adalah hak murni bagi Allah ta’ala. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan umatnya agar tidak terjerumus dalam kesombongan dengan sabdanya :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يقول الله عز وجل: العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحدا منهما عذبته » [أخرجه ابن أبي شيبة]
"Allah ta’ala berfirman dalam hadis qudsi, "Kemuliaan adalah izarku, dan kesombongan adalah selendangku, barangsiapa yang menggunakan salah satunya niscaya akan Aku azab". (Baca juga: Pengetahuan Tentang Dunia: Pasar yang Disinggahi Para Musafir )
(mhy)
Lihat Juga :