Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan 3 Peristiwa Dahsyat

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 06:30 WIB
Artinya: "Aku adalah doanya kakekku Ibrahim, kebar gembira yang dikabarkan oleh Nabi Isa kepada kaumnya, dan mimpi ibuku yang ia lihat, seakan-akan keluar darinya cahaya yang menyinari istana-istana negeri Syam." (HR Ahmad 17163)

Setelah Rasululah SAW lahir, sang kakek Abdul Muththalib sangat gembira dan langsung memboyong cucunya itu masuk ke Ka'bah sembari berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Kemudian memberinya nama 'Muhammad', nama yang tidak populer di kalangan bangsa Arab kala itu.

Perempuan pertama yang menyusui Rasulullah SAW setelah ibundanya adalah Tsuaibah, seorang budak perempuan Abu Lahab. Sebelumnya, ia juga menyusui Hamzah bin 'Abdul Mutthalib, kemudian Abu Salamah bin 'Abdul Asad Al-Makhzumi setelah Rasulullah SAW.

Lahir dalam Keadaan Yatim



Secara bahasa, Muhammad berarti "yang terpuji". Muhammad Rasulullah menjadi yatim sejak masih dalam kandungan ibunya. Meski terlahir yatim, Allah memberinya pengasuhan dan pendidikan terbaik.

Ketika berusia 2-4 tahun, beliau dididik secara fisik, mental dan kefasihan bahasanya di perkampungan Bani Sa'diyah. Ketika berusia 6 tahun, sang ibunda tercinta wafat. Jadilah beliau yatim piatu dalam usia yang sangat muda sekali. Kemudian Nabi Muhammad SAW diasuh oleh sang kakek yang amat mencintainya, Abdul Muttalib bin Hasyim.

Saat Rasulullah SAW berusia 8 tahun, Abdul Muttalib pun wafat. Akhirnya pengasuhan beliau diserahkan kepada sang paman, Abu Thalib bin Abdul Muttalib. Dalam asuhan keluarga sang paman, Rasulullah tumbuh dan merasakan banyak kebahagiaan. Ketika kecil, Rasulullah SAW bekerja sebagai penggembala kambing dan ikut berdagang bersama sang paman ke negeri Syam yang jauh.

Nabi Muhammad SAW menikah pada usia 25 tahun dengan perempuan mulia Sayyidah Khadijah binti Khuwailid (40 tahun). Ketika Nabi berumur 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama dari Allah melalui Malaikat Jibril di Gua Hira dan diangkat menjadi Nabi. Tiga tahun setelah itu, Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terbuka kepada penduduk Mekkah dengan mengatakan "Tuhan itu Esa" dan menebarkan ajaran Islam.

Rasulullah SAW menyuruh pengikutnya untuk hijrah ke Habasyah pada 614 M sebelum beliau dan pengikutnya lain berhijrah ke Madinah (dulu dikenali sebagai Yathrib) pada tahun 622 M. Peristiwa Hijrah Rasulullah ini menandakan permulaan bagi kalendar Islam atau Hijriyah. Di Madinah, Rasulullah SAW menyatukan semua suku kaum di bawah Piagam Madinah.

Setelah bersengketa dengan penduduk Makkah selama 8 tahun, Beliau membawa 10.000 pasukan ke Mekkah serta membukanya. Rasulullah SAW dan pengikutnya memusnahkan patung berhala yang terdapat di Mekkah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!