Ceramah Gus Baha tentang Orang yang Membidahkan Maulid Nabi
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 05:10 WIB
Setelah dibacakan biografi Nabi, orang-orang Islam pada masa itu semangat kembali karena mengenang sejarah hidup Rasulullah SAW betapa beliau itu figur yang luar biasa.
Jadi, asal-usul Maulid itu untuk menggerakkan semangat meniru Rasulullah SAW. Bagaimana mungkin membaca tarikh (sejarah) itu dikatakan bid'ah. Tapi masalahnya, pada zaman akhir yang membaca tarikh malah tidak paham.
Yang membid'ahkan tidak paham, yang membaca tidak paham. Seandainya paham, bisa nangis kalau membaca tarikh Nabi.
"Saya bingung kok bid'ahkan. Kan dalam Kitab Diba' Al-Barjanzi membaca nasab-nasabnya Rasulullah dan membahas sejarah Nabi. Sejarah Nabi kok kamu haramkan?" jelas Gus Baha.
Katanya kok alasannya zaman Nabi tidak ada Maulid. Lha, yang mengarang saja setelah zaman Nabi. Masak Nabi Muhammad membaca karangan orang setelah Nabi?
"Kalau Nabi yang membaca ya bukan Nabi namanya. Wong Nabi kan tidak bisa membaca dan menulis (Nabiiyil Ummi)," kata Gus Baha.
Jadi, kalau tidak paham sebaiknya diam. Kalau tidak mengerti ilmunya, jangan menghukumi bid'ah atau apa-apa, pokoknya diam saja. Bagi yang senang membaca kitab Maulid, ajak orang yang bisa menerangkan isi Maulid agar mereka paham.
Demikian ceramah Gus Baha tentang orang yang membid'ahkan Maulid Nabi. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Gus Baha: Orang Islam Harusnya Setiap Hari Memperingati Maulid Nabi
Simak Tausiyah Gus Baha berikut dilansir dari dari kanal Youtube Dakwah Digital 8 September 2021:
Jadi, asal-usul Maulid itu untuk menggerakkan semangat meniru Rasulullah SAW. Bagaimana mungkin membaca tarikh (sejarah) itu dikatakan bid'ah. Tapi masalahnya, pada zaman akhir yang membaca tarikh malah tidak paham.
Yang membid'ahkan tidak paham, yang membaca tidak paham. Seandainya paham, bisa nangis kalau membaca tarikh Nabi.
"Saya bingung kok bid'ahkan. Kan dalam Kitab Diba' Al-Barjanzi membaca nasab-nasabnya Rasulullah dan membahas sejarah Nabi. Sejarah Nabi kok kamu haramkan?" jelas Gus Baha.
Katanya kok alasannya zaman Nabi tidak ada Maulid. Lha, yang mengarang saja setelah zaman Nabi. Masak Nabi Muhammad membaca karangan orang setelah Nabi?
"Kalau Nabi yang membaca ya bukan Nabi namanya. Wong Nabi kan tidak bisa membaca dan menulis (Nabiiyil Ummi)," kata Gus Baha.
Jadi, kalau tidak paham sebaiknya diam. Kalau tidak mengerti ilmunya, jangan menghukumi bid'ah atau apa-apa, pokoknya diam saja. Bagi yang senang membaca kitab Maulid, ajak orang yang bisa menerangkan isi Maulid agar mereka paham.
Demikian ceramah Gus Baha tentang orang yang membid'ahkan Maulid Nabi. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Gus Baha: Orang Islam Harusnya Setiap Hari Memperingati Maulid Nabi
Simak Tausiyah Gus Baha berikut dilansir dari dari kanal Youtube Dakwah Digital 8 September 2021:
(rhs)
Lihat Juga :