Rahasia Surat adh-Dhuha, Melapangkan Hati Nabi dan Larangan Menyakiti Peminta-minta
Rabu, 26 Oktober 2022 - 09:57 WIB
Surat adh-Dhuha diturunkan untuk membuktikan dan mengabarkan kecintaan serta kepedulian dari Allah Subhanahu wa Taala terhadap perjuangan dakwah Rasulullah Shallalahu alaihi wa Sallam. Foto ilustrasi/ist
Surat adh-Dhuha diturunkan untuk membuktikan dan mengabarkan kecintaan serta kepedulian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap perjuangan dakwah Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam.
Berkaitan dengan asbab nuzul (sebab turunnya) surat ini, ada beberapa riwayat atau hadis yang shahih. Antara lain turun karena hinaan dan olok-olok kaum musyrikin Mekkah sudah makin menjadi-jadi, hingga nabi disebut gila.
Hadis dari Jundub bin Abdillah bin Sufyan al Bajali Radhiyallahu anhu , ia berkata :
"Jibril Alaihisssallam tertahan (tidak kunjung datang) kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, , lalu ada seorang wanita musyrik dari Quraisy berkata dengan maksud mengolok-olok nabi : “Setannya terlambat datang kepadanya,” maka turunlah surat ini.
Baca juga: 4 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berdakwah ke Yaman
Berikut lafaz Surat adh-Dhuha, lengkap dengan bacaan arab, latin, dan artinya.
Waḍ-ḍuḥā (1) wal-laili iżā sajā (2) mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā (3) wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā (4) wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fa tarḍā (5) a lam yajidka yatīman fa āwā (6) wa wajadaka ḍāllan fa hadā (7) wa wajadaka ‘ā`ilan fa agnā (8) fa ammal-yatīma fa lā taq-har (9) wa ammas-sā`ila fa lā tan-har (10) wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ (11) .
Artinya: "Demi waktu matahari sepenggalahan naik. Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan."
Berkaitan dengan asbab nuzul (sebab turunnya) surat ini, ada beberapa riwayat atau hadis yang shahih. Antara lain turun karena hinaan dan olok-olok kaum musyrikin Mekkah sudah makin menjadi-jadi, hingga nabi disebut gila.
Hadis dari Jundub bin Abdillah bin Sufyan al Bajali Radhiyallahu anhu , ia berkata :
"Jibril Alaihisssallam tertahan (tidak kunjung datang) kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, , lalu ada seorang wanita musyrik dari Quraisy berkata dengan maksud mengolok-olok nabi : “Setannya terlambat datang kepadanya,” maka turunlah surat ini.
Baca juga: 4 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berdakwah ke Yaman
Berikut lafaz Surat adh-Dhuha, lengkap dengan bacaan arab, latin, dan artinya.
وَٱلضُّحَىٰ@ وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ @ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ @ وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ @ وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ @ أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ @ وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ @ وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ @ فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ @ وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ @ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Waḍ-ḍuḥā (1) wal-laili iżā sajā (2) mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā (3) wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā (4) wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fa tarḍā (5) a lam yajidka yatīman fa āwā (6) wa wajadaka ḍāllan fa hadā (7) wa wajadaka ‘ā`ilan fa agnā (8) fa ammal-yatīma fa lā taq-har (9) wa ammas-sā`ila fa lā tan-har (10) wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ (11) .
Artinya: "Demi waktu matahari sepenggalahan naik. Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan."
Lihat Juga :