Ini Alasan Mengapa Hari Jumat Diagungkan dalam Islam

Kamis, 27 Oktober 2022 - 21:56 WIB
7. Sabtu (السَّبْتُ) As-Sabtu bermakna tujuh (Hari Ketujuh).

Dalam seminggu, Jumat adalah hari keenam. Namun Allah menjadikannya sebagai penghulu (raja) dari semua hari atau disebut Sayyidul Ayyam.

Menurut Abi Nasrun Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdany, Allah memuliakan tujuh hari tersebut kepada tujuh Nabi pilihan-Nya. Misalnya, Allah memuliakan Nabi Musa 'alaihissalm (AS) dengan hari Sabtu. Allah memuliakan Nabi Isa dengan hari Ahad (Minggu). Allah memuliakan Nabi Daud dengan hari Senin. Allah memuliakan Nabi Sulaiman dengan hari Selasa. Allah memuliakan Nabi Ya'qub dengan hari Rabu. Allah memuliakan Nabi Adam dengan hari Kamis.

Dan Allah memuliakan Nabi Muhammad SAW dan umatnya dengan hari Jumat. Keistimewaan hari Jumat ini juga menjadi salah satu nama surat dalam Al-Qur'an yaitu Surat Jumu'ah, surat ke-62 terdiri dari 11 ayat. Surat ini menjadi dasar hukum pelaksanaan sholat Jumat bagi umat Islam.

Kata Jumat sendiri diambil dari Bahasa Arab yang artinya beramai-ramai. Jumu'ah memiliki akar sama dengan Jama' yang berarti banyak dan juga Jima' yang artinya bergabung. Jumat menjadi hari yang agung dalam Islam karena Allah Ta'ala mengagungkan hari tersebut.

Beberapa Dalil Kemuliaan Hari Jumat

Beberapa dalil yang menjadi alasan agungnya Hari Jumat. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa'ad bin 'Ubadah:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari Idul Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat."

Kemudian Syaikh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menjelaskan sebagai berikut:

أَيْ يَخْلُقُ اللهُ تَعَالَى لَهَا إِدْرَاكًا لِمَا يَقَعُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ فَتَخَافُ...الى ان قال....وَالسِّرُّ فِيْ ذَلِكَ أَنَّ السَّاعَةَ كَمَا تَقَدَّمَ تَقُوْمُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بَيْنَ الصُّبْحِ وَطُلُوْعِ الشَّمْسِ فَمَا مِنْ دَابَّةٍ اِلَّا وَهِيَ مُشْفِقَةٌ مِنْ قِيَامِهَا فِيْ صَبَاحِ هَذَا الْيَوْمِ فَإِذَا أَصْبَحْنَ حَمِدْنَ اللهَ تَعَالَى وَسَلَّمْنَ عَلَى بَعْضِهِنَّ وَقُلْنَ يَوْمٌ صَالِحٌ حَيْثُ لَمْ تَقُمْ فِيْهَا السَّاعَةُ

Artinya: "Allah menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik. Kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini." (Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-'Ibad, juz.1, hal 286)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!