Keutamaan Mencintai Sesama Muslim Seperti Mencintai Diri Sendiri
Kamis, 27 Oktober 2022 - 22:51 WIB
Mencintai sesama muslim sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri merupakan tanda kesempurnaan iman. Foto/Ist
Mencintai sesama muslim merupakan perintah syariat dan wujud dari kesempurnaan iman seseorang. Dalam satu Hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak akan masuk surga orang yang memutus tali persaudaraan (silturahim).
Hari ini kita melihat kebanyakan manusia lebih mementingkan dirinya dibanding orang lain. Masing-masing sibuk dengan urusannya tanpa memperdulikan saudaranya sendiri.
Padahal setiap muslim diikat dengan kalimat Tauhid yang dengannya Allah mempersaudarakan mereka. Berikut firman-Nya dalam Al-Qur'an:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al Hujurat ayat 10)
Imam Al-Qurthubi mengatakan, "Persaudaraan karena agama lebih kuat daripada persaudaraan nasab. Persaudaraan nasab akan terputus dengan berbedanya agama, sedangkan persaudaraan karena agama tidaklah terputus dengan berbedanya nasab."
Kadar mencintai saudara muslim harus sama dengan mencintai diri sendiri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
عَنْ أَبِيْ حَمْزَة أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَن النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ) رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik RA (pelayan Rasulullah SAW), Beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW menggambarkan orang-orang beriman itu laksana satu tubuh yang apabila satu anggota tubuhnya sakit maka yang lain ikut merasakannya. Dari An Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhu, Beliau bersabda:
Hari ini kita melihat kebanyakan manusia lebih mementingkan dirinya dibanding orang lain. Masing-masing sibuk dengan urusannya tanpa memperdulikan saudaranya sendiri.
Padahal setiap muslim diikat dengan kalimat Tauhid yang dengannya Allah mempersaudarakan mereka. Berikut firman-Nya dalam Al-Qur'an:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al Hujurat ayat 10)
Imam Al-Qurthubi mengatakan, "Persaudaraan karena agama lebih kuat daripada persaudaraan nasab. Persaudaraan nasab akan terputus dengan berbedanya agama, sedangkan persaudaraan karena agama tidaklah terputus dengan berbedanya nasab."
Kadar mencintai saudara muslim harus sama dengan mencintai diri sendiri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
عَنْ أَبِيْ حَمْزَة أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَن النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ) رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik RA (pelayan Rasulullah SAW), Beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW menggambarkan orang-orang beriman itu laksana satu tubuh yang apabila satu anggota tubuhnya sakit maka yang lain ikut merasakannya. Dari An Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhu, Beliau bersabda:
Lihat Juga :