Keutamaan Mencintai Sesama Muslim Seperti Mencintai Diri Sendiri
Kamis, 27 Oktober 2022 - 22:51 WIB
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: "Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, simpati mereka bagaikan satu jasad, jika salah satu anggota tubuhnya ada yang mengeluh, maka bagian yang lain juga mengikutinya dengan rasa tidak bisa tidur dan demam." (HR Muslim 2586, Ahmad 18373)
Hadis ini mengandung makna bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu tubuh. Oleh karena itu, hendaknya ia mencintai saudaranya sendiri seperti dia mencintai apa yang ada pada dirinya, sebagai tanda bahwa keduanya adalah jiwa yang menyatu. (Imam Ibnu Daqiq Al 'Id, Syarh Al Arbain An Nawawiyah Hal 64)
Cara mencintai saudara muslim diterangkan dalam sebuah Hadis sahih berikut. "Tidak berbuat aniaya dan tidak membiarkannya melakukan aniaya. Orang yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah membantu kebutuhannya. Orang yang melonggarkan satu kesulitan dari seorang muslim, maka Allah melonggarkan satu kesulitan di antara kesulitan-kesuliannya pada hari Kiamat. Orang yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kekurangannya pada hari Kiamat." (HR al-Bukhari dari 'Abdullah bin 'Umar)
dalam riwayat lain dinyatakan: "Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya yang gaib, maka Malaikat berkata, "Aamin, dan semoga kamu pun mendapat seperti itu." (HR Muslim dan Abu Darda')
Karena persaudaraan itu sangat bernilai di sisi Allah, maka syariat memerintahkan agar umat muslim menjadi penengah untuk mendamaikan orang-orang yang bertikai.
Baca Juga: 10 Keutamaan dan Keuntungan Menyambung Silaturrahim
Artinya: "Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, simpati mereka bagaikan satu jasad, jika salah satu anggota tubuhnya ada yang mengeluh, maka bagian yang lain juga mengikutinya dengan rasa tidak bisa tidur dan demam." (HR Muslim 2586, Ahmad 18373)
Hadis ini mengandung makna bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu tubuh. Oleh karena itu, hendaknya ia mencintai saudaranya sendiri seperti dia mencintai apa yang ada pada dirinya, sebagai tanda bahwa keduanya adalah jiwa yang menyatu. (Imam Ibnu Daqiq Al 'Id, Syarh Al Arbain An Nawawiyah Hal 64)
Cara mencintai saudara muslim diterangkan dalam sebuah Hadis sahih berikut. "Tidak berbuat aniaya dan tidak membiarkannya melakukan aniaya. Orang yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah membantu kebutuhannya. Orang yang melonggarkan satu kesulitan dari seorang muslim, maka Allah melonggarkan satu kesulitan di antara kesulitan-kesuliannya pada hari Kiamat. Orang yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kekurangannya pada hari Kiamat." (HR al-Bukhari dari 'Abdullah bin 'Umar)
dalam riwayat lain dinyatakan: "Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya yang gaib, maka Malaikat berkata, "Aamin, dan semoga kamu pun mendapat seperti itu." (HR Muslim dan Abu Darda')
Karena persaudaraan itu sangat bernilai di sisi Allah, maka syariat memerintahkan agar umat muslim menjadi penengah untuk mendamaikan orang-orang yang bertikai.
Baca Juga: 10 Keutamaan dan Keuntungan Menyambung Silaturrahim
(rhs)
Lihat Juga :