Yajuj dan Majuj: Dua Umat Bani Adam Kini Sudah Ada

Senin, 31 Oktober 2022 - 05:15 WIB
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذَا قَالَ وَحَلَّقَ بِأُصْبُعَيْهِ الْإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا

Laa ilaaha illallah! Celaka bagi orang Arab dari kejahatan telah dekatnya waktu terbukanya benteng Ya’juj dan Ma’juj seperti ini’. Sambil beliau mengepal ibu jarinya dengan jari-jarinya yang lain”.

Dinding Yajuj dan Majuj

Sementara itu dalam kitab "Asyraathus Saa’ah" karya Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil juga disebutkan bahwa banyak hadis-hadis yang menunjukkan akan keluarnya Yajuj dan Majuj.

Lalu di manakah posisi dinding Yajuj dan Majuj? Yusuf bin Abdillah mengutip Tafsir Ibnu Katsir mengatakan sejauh ini tempat dinding penghalang tersebut tidak diketahui tempatnya dengan pasti. Sebagian raja dan para ahli sejarah berusaha untuk mengetahui tempatnya, di antaranya adalah Khalifah al-Watsiq.

Beliau pernah mengutus beberapa gubernurnya bersama pasukan infantri untuk pergi guna melihat dinding tersebut, menelitinya dan menjelaskan kepadanya ketika kembali. Maka mereka menelusuri dari suatu negeri ke negeri lain, dan satu kerajaan ke kerajaan lainnya hingga mereka sampai kepadanya, dan melihat dinding tersebut yang terbuat dari besi juga timah.

Mereka menyebutkan bahwa mereka melihat sebuah pintu yang sangat besar dengan kuncinya yang sangat besar, demikian pula mereka melihat susu-susu dan madu pada sebuah benteng di sana, dan dijaga oleh para penjaga dari kerajaan-kerajaan yang berbatasan dengannya, dan dinding tersebut sangat tinggi sekali, tidak dapat didaki juga gunung-gunung yang ada di sekitarnya tidak dapat didaki. Setelah itu mereka kembali ke negeri mereka, setelah mengembara lebih dari 2 tahun, dan menyaksikan banyak keajaiban.

Baca juga: Apakah Yajuj dan Majuj Bangsa Mongol? Simak Penjelasannya

Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa seseorang berkata kepada Nabi SAW “Aku telah melihat sebuah dinding bagaikan kain yang bergaris.” Rasul berkata, “Engkau telah melihatnya.” (HR Bukhari)

Sayyid Quthub berkata, “Ditemukan sebuah dinding penghalang di dekat kota Tirmidz yang terkenal dengan pintu besi, di awal abad ke-15 Masehi. Seorang ilmuan Jerman yang bernama Sild Berger pernah melewatinya dan mengabadikannya dalam bukunya, demikian pula seorang ahli sejarah dari Spanyol Kla Pejo di dalam perjalannya pada tahun 1403 M, dan beliau berkata, ‘Penutup kota pintu besi ada di jalan antara Samarkan dan India….’ Bisa saja dinding penghalang tersebut adalah dinding penghalang yang dibangun oleh Dzulqarnain.’”

Yusuf bin Abdillah mengomentari itu mengatakan barangkali dinding penghalang ini hanya sekadar pagar-pagar yang mengelilingi kota Tirmidz, seperti yang dikatakan oleh Yaqut al-Hamawi dalam kitabnya Mu’jamul Buldaan dan bukan dinding penghalang yang dibangun oleh Dzulqarnain.

Demikian pula, katanya, tidak penting bagi kami menentukan tempat dinding penghalang tersebut. "Bahkan kita harus berhenti sesuai dengan yang Allah kabarkan kepada kita semua. Demikian pula yang diterangkan dalam berbagai hadis shahih, yaitu bahwa dinding Yajuj dan Majuj itu masih ada hingga datang waktu yang telah ditentukan untuk dirobohkan, kemudian disusul dengan keluarnya Yajuj dan Majuj, hal itu terjadi ketika Kiamat telah dekat," ujar Yusuf bin Abdillah.

Allah Ta’ala berfirman:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!