Al-Wahan, Penyakit yang Diprediksi Rasulullah SAW Menimpa Umat di Akhir Zaman
Rabu, 02 November 2022 - 21:41 WIB
Dengan demikian peringatan Rasulullah SAW tentang penyebab penyakit tadi sesungguhnya ada pada konsep kehidupan manusia yang saat ini telah mendominasi dunia, hampir tanpa kecuali. Paham materialisme seolah menjadi Diin (jalan hidup) yang menguasai dunia. Dan umat ini telah terpenjara di dalam paham itu.
Untuk itu, dengan sendirinya sudah pasti penyakit Wahan itu menjadi penyakit kronis yang menimpa Umat ini. Penyakit yang menjadikannya tidak memiliki posisi (stand) yang jelas dan tegas dalam merespon berbagai pergerakan global masa kini.
Jika kita lihat lebih dekat lagi, sebenarnya kata Wahan itu memiliki koneksi dengan kata kehinaan (hinatun). Kata ini juga memiliki konotasi yang dekat dengan kata hayyin (هين) yang bermakna lemah (tidak memiliki sofistikasi).
Saya tidak bermaksud menggali derivasi kata ini. Tapi intinya adalah bahwa umat ini sejak masa Rasulullah SAW telah diprediksi akan menderita penyakit wahan. Dan Wahan dapat dimaknai sebagai kehinaan, rendah diri, atau situasi di mana Umat ini kehilangan izzah (kemuliaan).
Diakui atau tidak, sadar atau tidak, kehinaan demi kehinaan telah menyelimuti kehidupan Umat ini. Dan itu terjadi hampir dalam semua lini kehidupan. Di bidang perekonomian umat tetinggal bahkan sering jadi sapi perahan.
Secara militer jadi obyek dagang dan uji coba peralatan militer dunia. Secara ilmu dan tekonologi sangat terbelakang. Secara politik seringkali jadi mainan dunia global dan kekuatan dunia. Bahkan secara sosial budaya jadi obyek kapitalisasi budaya orang lain.
Dan semua itu terjadi karena cinta dunia tanpa kontrol (materialisme) yang mengakibatkan hilangnya harga diri (kemuliaan). Tanpa harga diri dan perasaan mulia dengan agama ini umat tidak akan punya pegangan yang kuat (العروة الوثقي). Akibatnya Umat hanya akan terbawa arus kekuatan dunia sesuai keinginan dan kepentingan mereka. Masanya membuka mata!
NYC Subway, 2 November 2022
Baca Juga: Muhammad Sang Mutiara, Pemimpin yang Menyelamatkan Manusia dari Kegelapan
Untuk itu, dengan sendirinya sudah pasti penyakit Wahan itu menjadi penyakit kronis yang menimpa Umat ini. Penyakit yang menjadikannya tidak memiliki posisi (stand) yang jelas dan tegas dalam merespon berbagai pergerakan global masa kini.
Jika kita lihat lebih dekat lagi, sebenarnya kata Wahan itu memiliki koneksi dengan kata kehinaan (hinatun). Kata ini juga memiliki konotasi yang dekat dengan kata hayyin (هين) yang bermakna lemah (tidak memiliki sofistikasi).
Saya tidak bermaksud menggali derivasi kata ini. Tapi intinya adalah bahwa umat ini sejak masa Rasulullah SAW telah diprediksi akan menderita penyakit wahan. Dan Wahan dapat dimaknai sebagai kehinaan, rendah diri, atau situasi di mana Umat ini kehilangan izzah (kemuliaan).
Diakui atau tidak, sadar atau tidak, kehinaan demi kehinaan telah menyelimuti kehidupan Umat ini. Dan itu terjadi hampir dalam semua lini kehidupan. Di bidang perekonomian umat tetinggal bahkan sering jadi sapi perahan.
Secara militer jadi obyek dagang dan uji coba peralatan militer dunia. Secara ilmu dan tekonologi sangat terbelakang. Secara politik seringkali jadi mainan dunia global dan kekuatan dunia. Bahkan secara sosial budaya jadi obyek kapitalisasi budaya orang lain.
Dan semua itu terjadi karena cinta dunia tanpa kontrol (materialisme) yang mengakibatkan hilangnya harga diri (kemuliaan). Tanpa harga diri dan perasaan mulia dengan agama ini umat tidak akan punya pegangan yang kuat (العروة الوثقي). Akibatnya Umat hanya akan terbawa arus kekuatan dunia sesuai keinginan dan kepentingan mereka. Masanya membuka mata!
NYC Subway, 2 November 2022
Baca Juga: Muhammad Sang Mutiara, Pemimpin yang Menyelamatkan Manusia dari Kegelapan
(rhs)
Lihat Juga :