Kisah Dihyah bin Khalfah al-Kalbi ketika Malaikat Jibril Menjelma Dirinya

Rabu, 09 November 2022 - 14:44 WIB
Malaikat Jibril as mendatangi Nabi SAW dalam rupa Dihyah al-Kalbi.

Hadis lainnya, dari Abu Utsman, ia berkata: “Telah diberitakan kepadaku bahwa Malaikat Jibril as datang kepada Nabi SAW dan Ummu Salamah sedang bersama beliau. Maka, dia pun berbicara lantas berdiri, sehingga Nabi SAW pun berkata kepada Ummu Salamah: ‘Siapakah ini?’ – atau seperti ucapan beliau – lantas Ummu Salamah pun berkata: ‘Ini adalah Dihyah’.

Ummu Salamah berkata: ‘Demi Allah, sungguh aku mengira, ia adalah Dihyah, sampai aku mendengar khutbah Nabi SAW yang mengabarkan bahwa dia adalah Malaikat Jibril as." (HR Bukhari)

Baca juga: Salman Al-Farisi: Pencetus Ide Pertahanan dalam Perang Khandaq

Diceritakan bahwa ketika orang-orang kafir sudah kembali dari tragedi perang Khandaq dalam keadaan kalah, Nabi juga kembali menuju Madinah. Di tengah perjalanan, Nabi didatangi oleh Malaikat Jibril yang menunggang keledai putih dan mengenakan sorban yang terbuat dari sutra.

Pada saat itu, Malaikat Jibril menjelma wajah Dihyah Al-Kalbi. Malaikat Jibril berpesan kepada Nabi SAW, “Berjalanlah menuju arah Bani Quraidhah.” Nabi Muhammad kemudian memberikan seruan kepada para sahabat, “Barang siapa yang mendengar dan taat, maka jangan melakukan sholat Asar sebelum sampai di wilayah Bani Quraidhah.”

Sebelum Nabi dan para sahabat melaksanakan sholat di Bani Quraidhah, salah satu sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. Ia bertanya tentang alasan Dihyah Al-Kalbi menemui Nabi dengan menunggang keledai putih dan mengenakan sorban yang terbuat dari sutra.

Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya ia adalah Malaikat Jibril–yang menjelma Dihyah Al-Kalbi. Ia lebih dulu sampai Bani Quraidhah untuk menakut-nakuti penduduk di sana.”

Setelah Nabi wafat, Dihyah Al-Kalbi turut serta melanjutkan misi Nabi di bawah kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Bahkan ia juga ikut membela Islam dalam pertempuran Yarmuk, melawan pasukan Romawi yang terjadi pada tahun 15 H.

Pada masa hidupnya, Dihyah tinggal di daerah Mizzah di Damaskus, dan beliau hidup hingga sampai masa kekhilafahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Baca juga: Kisah Heroik Ali bin Abi Thalib dengan Pedang Zulfikar di Perang Khandaq
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!