Inilah 4 Gelar Mulia untuk Muslimah yang Menjaga Kehormatannya
Senin, 14 November 2022 - 13:10 WIB
Perempuan yang menjaga kehormatan dan kemaluan atau rasa malu itu, maka dia akan mendapatkan gelar-gelar yang mulia dalam Al-Qur’an, dalam hadis, ataupun di tengah masyarakat. Foto ilustrasi/ist
Bagi seorang muslimah, menjaga kehormatan , kesucian dan rasa malu (kemaluan) adalah termasuk perkara yang paling penting untuk diperhatikan, yaitu dengan mengambil setiap sebab yang menghantarkan kepada penjagaan terhadap rasa malu tersebut. Jadi apa saja yang bisa menghantarkan kepada terjaganya rasa malu bagi seorang muslimah ini?
Mengutip buku "Risalah Penting untuk Muslimah' Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah menjelaskan, bahwa perempuan yang menjaga 'kemaluan' atau rasa malu itu, maka dia akan mendapatkan gelar-gelar yang mulia dalam Al-Qur’an, dalam hadis, ataupun di tengah masyarakat . Yang gelar-gelar mulia tersebut tidak didapatkan seorang perempuan kecuali dengan menjaga kemaluannya.
Baca juga: Inilah Keutamaan Wanita Menjaga Kehormatan Diri saat Jauh dari Suami
Gelar-gelar mulia itu misalnya seperti
Kemudian Syaikh menyindir keras bagaimana nama-nama (gelar) yang mulia seperti ini diganti dengan nama-nama yang buruk seperti wanita pezina, wanita yang banyak dosa, wanita pelacur, wanita yang buruk. Ini sungguh pergantian nama yang sangat buruk. Sebagaimana firman Allah:
“Sungguh sangat buruk nama kefasikan setelah keimanan.” (QS. Al-Hujurat : 11)
Hal yang paling patut diperhatikan oleh seorang perempuan muslimah adalah menjaga kemaluannya. Untuk itu, menurut Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc, setiap apa saja sarana-sarana yang menghantarkan kepada tidak terjaganya kemaluan, maka ini pasti diharamkan dalam agama Islam.
"Salah satu penjagaan terhadap kemaluan adalah lisan. Lisan bisa menghantarkan seseorang untuk menjaga kemaluan, lisan bisa menghantarkan seseorang kepada tidak terjaganya kemaluan,"ungkapnya dalam live streaming ceramah kajian muslimah di Jakarta, 16 September kemarin.
Mengutip buku "Risalah Penting untuk Muslimah' Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah menjelaskan, bahwa perempuan yang menjaga 'kemaluan' atau rasa malu itu, maka dia akan mendapatkan gelar-gelar yang mulia dalam Al-Qur’an, dalam hadis, ataupun di tengah masyarakat . Yang gelar-gelar mulia tersebut tidak didapatkan seorang perempuan kecuali dengan menjaga kemaluannya.
Baca juga: Inilah Keutamaan Wanita Menjaga Kehormatan Diri saat Jauh dari Suami
Gelar-gelar mulia itu misalnya seperti
العفيفة
(wanita yang suci), المحصنة
(wanita yang terjaga), البرة
(wanita yang baik), التقية
(wanita yang bertakwa) dan lain-lainnya dari sifat-sifat dan gelar-gelar perempuan muslimah yang menjaga kemaluannya yang tidak didapat gelar tersebut kecuali dengan menjaga kemaluan.Kemudian Syaikh menyindir keras bagaimana nama-nama (gelar) yang mulia seperti ini diganti dengan nama-nama yang buruk seperti wanita pezina, wanita yang banyak dosa, wanita pelacur, wanita yang buruk. Ini sungguh pergantian nama yang sangat buruk. Sebagaimana firman Allah:
بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
“Sungguh sangat buruk nama kefasikan setelah keimanan.” (QS. Al-Hujurat : 11)
Hal yang paling patut diperhatikan oleh seorang perempuan muslimah adalah menjaga kemaluannya. Untuk itu, menurut Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc, setiap apa saja sarana-sarana yang menghantarkan kepada tidak terjaganya kemaluan, maka ini pasti diharamkan dalam agama Islam.
"Salah satu penjagaan terhadap kemaluan adalah lisan. Lisan bisa menghantarkan seseorang untuk menjaga kemaluan, lisan bisa menghantarkan seseorang kepada tidak terjaganya kemaluan,"ungkapnya dalam live streaming ceramah kajian muslimah di Jakarta, 16 September kemarin.
Lihat Juga :