Warith Deen Mohammed, Imam Amerika yang Ubah Nation of Islam Jadi Islam Sunni

Rabu, 23 November 2022 - 05:15 WIB
Kuil milik NOI diubah menjadi masjid. Pemimpin NOI yang dianggap sebagai utusan Tuhan pun diubah sekadar sebagai pemimpin atau imam. Warith menghapus anggapan bangsa kulit putih adalah setan. Dengan bijaksana, ia berhasil memberi petunjuk kepada mereka.

Bicara tentang manfaat pengucilan dirinya terhadap rasa keagamaannya, Warith menyebut keadaan itu sangat membantu mempersiapkan kepemimpinan dirinya.

"Mereka benar-benar membawa saya ke situasi pengadilan, melakukan pemeriksaan, yang merupakan prosedur pengadilan yang normal. Apabila seseorang mempunyai masalah dengan Nation of Islam atau dengan ajaran-ajarannya, mereka akan diperiksa di hadapan pengikutnya dan benar-benar diberi hukuman," ujarnya.

Kadang-kadang jika hal itu terjadi pada seorang atau beberapa orang penting dalam staf, katanya, Elijah Muhammad akan mengadakan pemeriksaan pribadi dalam sidang tertutup dan menjatuhkan hukumannya. "Begitulah cara penyelesaian kasus saya. Dan saya ingat banyak kasus lain yang ditanganinya dengan cara yang sama," jelasnya.

Berikut penuturan dan tanya jawab Steven Barbosa dengan Warith Deen Mohammed sebagaimana dinukil dalam buku berjudul "American Jihad, Islam After Malcolm X" yang diterjemahkan Sudirman Teba dan Fettiyah Basri menjadi "Jihad Gaya Amerika, Islam Setelah Malcolm X" (Mizan, 1995).

Baca juga: Catatan Mualaf Jerman Wilfred Hoffman tentang Sejarah Organisasi Islam di Amerika

Saya harus mengatakan bahwa saya adalah seorang mubalig atau guru agama.

Ayah saya tidak pernah menentukan bahwa seseorang harus menjadi pemimpin setelahnya. Tetapi dia memang memberikan dukungan bagi orang-orang tertentu. Dia membantu membuat orang-orang itu terkenal di kalangan para pengikutnya, dan orang yang diberinya pernyataan mendukung yang paling meyakinkan

Mungkin saya telah mendefinisikan kembali peranannya. Saya memandang dia sebagai pembaru sosial tetapi tidak berarti bahwa dia bukan orang yang saleh. Dia adalah orang yang mempelajari Injil.

Ayahnya, yaitu kakek saya, adalah seorang pendeta di gerejanya di daerah Selatan. Dia memiliki latar belakang agama yang kuat walaupun dia adalah seorang pemberontak.

Kakek saya menyatakan bahwa dia selalu bertanya dan berbeda pendapat dengannya. Dia bukan orang yang rajin ke gereja, tetapi untuk beberapa alasan dia percaya pada Tuhan dan juga pada Injil. Dia memiliki pendapat sendiri.

Baca juga: Kisah Maryum Putri Muhammad Ali Berdakwah Lewat Musik Rap dan Komedi

Sebagian orang Muslim berkata bahwa gerakan ini tidak dapat dipisahkan dari Yang Terhormat Elijah Muhammad. Apakah Anda berada di bawah bayang-bayang ayah Anda?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!