Kisah Maryum Putri Muhammad Ali Berdakwah Lewat Musik Rap dan Komedi

Senin, 07 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Maryum Putri Muhammad...
Maryum Ali atau yang lebih dikenal sebagai May May, anak tertua dari 9 bersaudara di keluarga Muhammad Ali. Foto/Ilustrasi: Instagram
A A A
Maryum Ali atau yang lebih dikenal sebagai May May adalah anak tertua dari 9 bersaudara di keluarga Muhammad Ali . Maryum lahir pada 18 Juni 1968. Dia seorang bintang rap yang ngetop lewat rekaman compact disc-nya, "May May: The Introduction" pada tahun 1992.

"Album solo saya yang pertama berjudul Life's a Test. Sebenarnya, ketika saya sedang membaca Al-Quran dan melihat catatan kakinya, saya memahami bahwa hidup adalah sebuah ujian dan saya berkata, wah, ini judul yang bagus!" ujar Maryum Ali dalam buku berjudul "American Jihad, Islam After Malcolm X" karya Steven Barbosa.

Baca juga: Biodata dan Agama Maryum Ali, Anak Muhammad Ali Komedian yang Mengejutkan

Dia berkata dia telah ditolak oleh beberapa perusahaan rekaman --dia ditolak beratus-ratus kali karena nama akhirnya adalah Ali dan orang mengira bahwa dia seorang gadis kaya yang tidak mempunyai bakat atau alasan untuk nge-rap.

Akhirnya dia berhasil mendaratkan sebuah persetujuan dan dalam discnya dia menyampaikan terima kasih kepada "semua yang tidak mempunyai alasan" untuk memberinya kesempatan. "Terimakasih untuk motivasinya," katanya.

"The Introduction" memiliki nuansa tanggung jawab sosial --pesan-pesan yang positif untuk kaum muda-- juga kesaksian tentang penyakit-penyakit dunia: penganiayaan, baku tembak, kebrutalan polisi, citra kaum kulit hitam yang stereotip.

"Rapumentary Ali" adalah sebuah persembahan kepada ayahnya, idolanya. May May, yang dibesarkan oleh kakek-neneknya setelah orang tuanya bercerai, ingin menjadi seorang petinju.

Dia menetapkan pendiriannya untuk menjadi seorang pelawak wanita tetap di Los Angeles sebelum mendapatkan persetujuan rekamannya.

Sebelum makan malam di sebuah restoran Thai-Muslim di LA, dia menyanyikan salah satu lagu rapnya. Kemudian dia berfoto dengan pose sedang memeluk pemilik restoran dan istrinya.

Dia pernah tampil sebagai komedian selama 12 tahun di berbagai tempat dan memenuhi ruangan publik dengan humor serta pengamatan mendalam tentang masalah-masalah sosial.

Dia bergabung dengan The Comedy Store di Hollywood, dia bekerja bersama dengan talenta seperti Jim Carey, Chris Rock, dan Martin Lawrence. Di waktu yang sama, dia juga menulis lirik musik rap dengan rencana menerbitkan musiknya.

Baca juga: Laila Ali, Anak Legendaris Muhammad Ali Jadi Petinju Dunia

Kisah Maryum Putri Muhammad Ali Berdakwah Lewat Musik Rap dan Komedi


Maryum Ali adalah anggota Nation of Islam. Ini merupakan gerakan sekaligus organisasi yang menggabungkan unsur-unsur Islam tradisional dengan ide-ide nasionalis kulit hitam.

Organisasi ini didirikan oleh Wallace Fard Muhammad pada 1930 di Detroit, Michigan, AS. Fard Muhammad tiba-tiba menghilang secara misterius pada 1934. Tampuk kepemimpinan Nation of Islam lantas dipegang oleh Elijah Muhammad.

Elijah Muhammad lantas memimpin organisasi tersebut selama 41 tahun berikutnya. Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah Malcolm X dan Muhammad Ali.

Dengan pesan pemberdayaan kulit hitam, Nation of Islam tumbuh menjadi salah satu organisasi Afrika-Amerika terbesar di AS.

Gaya Islam
Dalam buku yang telah diterjemahkan Sudirman Teba dan Fettiyah Basri menjadi "Jihad Gaya Amerika, Islam Setelah Malcolm X" (Mizan, 1995) May May bertutur sebagai berikut:

Seandainya saya harus mengulangi hidup saya, saya tidak akan meminta orang lain untuk membesarkan saya. Hidup keseharian saya, dan cara berpikir saya, merupakan gaya Islam dan gaya kakek-nenek saya --Aminah dan Sadru-Din Ali.

Baca juga: Nico Ali Cucu Muhammad Ali Terinspirasi Kehebatan sang Kakek

Apakah Anda percaya bahwa orang kulit putih itu adalah iblis?

Saya belum cukup dewasa untuk memandang seorang kulit putih dan berkata, "Oh, ini iblis itu!" Tetapi saya tahu itulah keseluruhan konsepnya. Saya tidak pernah benar-benar memahaminya karena saat itu saya masih terlalu muda. Saya masih bermain dengan boneka saya.

Nation sangat tepat dalam aksi tetapi tidak dalam konsep. Aksi mereka selama ini adil dan benar --saya harap kaum Muslim sekarang bertindak seperti Nation. Mereka terorganisir. Saya bangga menjadi seorang gadis kecil Muslimah.

Ayah saya seorang yang sangat sensitif. Jika dia melihat seseorang dalam kesulitan, dan dia tidak terburu-buru untuk suatu urusan, dia akan segera menolong orang tersebut, karena dia merasa bahwa itu merupakan suatu berkah.

Pada suatu malam, ketika itu turun hujan, dia pergi sendiri mengendarai mobilnya kemudian dia membawa pulang sebuah keluarga. Mereka terdiri dari seorang ibu, bapak, dua bayi dan seorang anak berumur tujuh tahun.

Kebetulan istrinya, Veronica, sedang bepergian ke luar negeri, dan dua anaknya yang lain bermalam di rumah teman mereka. Dia menempatkan keluarga itu di kamar anak-anaknya dan menyuruh mereka tidur di sana. Dia memberi mereka makan, dan membelikan tiket kereta api supaya mereka dapat kembali ke daerah asal mereka. Ayah saya tidak takut akan apa pun.

Kami sering bepergian. Di bandar udara, saya mengamati betapa setiap orang yang kami temui mengenalinya. Jika kami di jalan, mereka meneriakkan namanya. Saya tahu ayah saya tidak mengenal orang-orang itu. Jadi, ayah saya seperti seorang bintang di film-film televisi atau di bioskop.

Ketika saya mulai dapat berjalan dan bicara, saya mengetahui dia orang yang terkenal, karena saya pergi bersamanya untuk beberapa wawancara. Saya selalu bersama ayah. Saya selalu ingin berada di sampingnya. Saya sangat mencintainya. Dia banyak bermain dan bercanda dengan saya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Rekomendasi
Simpan Ratusan Jimat,...
Simpan Ratusan Jimat, Inilah Sosok Naas Istri Firaun
Fenomena Alam Besar...
Fenomena Alam Besar Ini Akan Memuntahkan Berlian dari Perut Bumi
Mirip Mukjizat Nabi...
Mirip Mukjizat Nabi Musa, Temuan Tongkat Ular Ini Diyakini Milik Orang Sakti
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved