Masjid Indonesia Pertama di Inggris, Ikhtiar Panjang 26 Tahun Akhirnya Terwujud
Selasa, 06 Desember 2022 - 22:17 WIB
"Yang membuat kami terharu adalah banyak donatur yang menyumbang mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah. Dari yang nilainya kecil sampai besar. Misalnya, 'kami menyumbang Rp10.000. Semoga segera terwujud, semoga suatu saat nanti bisa mampir di masjid ini. Sumbangan dan doa tersebut berasal dari Aceh hingga ke Papua, juga dari sejumlah negara. Jumlahnya sangat banyak. Ini membuat kami terharu dan semakin memotivasi kami untuk menyegerakan pendirian masjid," kata Memet.
Bangunan Senilai Rp27 Miliar
Hingga pertengahan 2022, panitia memiliki dana sekitar £1,7 juta. Pencarian bangunan untuk menjadi masjid Indonesia pun makin intens. Ada beberapa bangunan yang diincar, tetapi pembelian gagal dituntaskan karena kalah penawaran. "Memang tidak mudah dan banyak liku-likunya. Alhamdulillah kami akhirnya bisa mendapatkan masjid yang di Neasden ini," kata Berry Natalegawa, anggota panitia yang bertanggung untuk mendapatkan properti.
Ia menjelaskan bangunan yang akhirnya dibeli ini sangat ideal. "Bangunan sudah memiliki izin untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan, tidak jauh dari pusat kota, dan mudah dijangkau dengan moda transportasi oleh masyarakat yang tersebar di berbagai penjuru di Kota London," kata Berry.
Pada akhir November 2022, beberapa pengurus Yayasan IIC menandatangani dokumen jual beli bangunan senilai £1,44 juta atau sekitar Rp27,2 Miliar. "Masih ada dana sekitar £350.000 di kas kami, yang akan dimanfaatkan untuk merenovasi, sehingga nantinya terlihat dan terasa seperti masjid yang sebenarnya," kata Eko Kurniawan.
Ia menambahkan pembelian properti ini bukan akhir dari satu proses panjang. "Kami ingin, masjid ini bisa bersama-sama dimakmurkan. Kita hidupkan masjid ini dengan dakwah Islam. Kita agungkan asma Allah di dalamnya. Kita ajari anak-anak kita mengaji dan membaca Al-Qur'an," kata Eko.
Ketua Yayasan IIC Memet Hasan menambahkan, "Kami ingin masjid ini menjadi representasi Muslim Indonesia yang teduh, yang moderat di kota kosmopolitan seperti London."
Acara syukuran dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Republik Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, Desra Percaya, yang terlibat penuh dalam proses pendirian masjid sejak menjabat sebagai orang nomor satu di perwakilan RI di London.
Bangunan Senilai Rp27 Miliar
Hingga pertengahan 2022, panitia memiliki dana sekitar £1,7 juta. Pencarian bangunan untuk menjadi masjid Indonesia pun makin intens. Ada beberapa bangunan yang diincar, tetapi pembelian gagal dituntaskan karena kalah penawaran. "Memang tidak mudah dan banyak liku-likunya. Alhamdulillah kami akhirnya bisa mendapatkan masjid yang di Neasden ini," kata Berry Natalegawa, anggota panitia yang bertanggung untuk mendapatkan properti.
Ia menjelaskan bangunan yang akhirnya dibeli ini sangat ideal. "Bangunan sudah memiliki izin untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan, tidak jauh dari pusat kota, dan mudah dijangkau dengan moda transportasi oleh masyarakat yang tersebar di berbagai penjuru di Kota London," kata Berry.
Pada akhir November 2022, beberapa pengurus Yayasan IIC menandatangani dokumen jual beli bangunan senilai £1,44 juta atau sekitar Rp27,2 Miliar. "Masih ada dana sekitar £350.000 di kas kami, yang akan dimanfaatkan untuk merenovasi, sehingga nantinya terlihat dan terasa seperti masjid yang sebenarnya," kata Eko Kurniawan.
Ia menambahkan pembelian properti ini bukan akhir dari satu proses panjang. "Kami ingin, masjid ini bisa bersama-sama dimakmurkan. Kita hidupkan masjid ini dengan dakwah Islam. Kita agungkan asma Allah di dalamnya. Kita ajari anak-anak kita mengaji dan membaca Al-Qur'an," kata Eko.
Ketua Yayasan IIC Memet Hasan menambahkan, "Kami ingin masjid ini menjadi representasi Muslim Indonesia yang teduh, yang moderat di kota kosmopolitan seperti London."
Acara syukuran dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Republik Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, Desra Percaya, yang terlibat penuh dalam proses pendirian masjid sejak menjabat sebagai orang nomor satu di perwakilan RI di London.
Lihat Juga :