Kisah Ulama Mengislamkan 200 Orang dan Membuat 200 Ribu Orang Bertobat
Rabu, 07 Desember 2022 - 16:22 WIB
كيف بكَ إن نَجوا وهلكتَ؟
"Bagaimana denganmu wahai Ibnul Jauzi, jika mereka semua selamat dan dirimu celaka?"
Kemudian aku membatin:
إلهي وسيدي!، إن قضيت علي بالعذاب غدًا، فلا تعلمهم بعذابي، صيانة لكرمك، لا لأجلي، لئلا يقولوا: عذب من دل عليه
Artinya: "Wahai Tuhanku, jika engkau menakdirkan untuk mengadzabku kelak, tolong jangan beritahu mereka jika aku diadzab, demi menjaga kemuliaan-Mu, bukan karena aku, jangan sampai mereka mengatakan, "Allah menyiksa orang yang menunjukkan manusia jalan kepada-Nya".
"Oh Tuhanku, telah dikatakan dahulu kepada Nabi-Mu untuk membunuh tokoh munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul, tapi beliau menolaknya sembari bersabda, "Agar jangan sampai orang-orang berbicara bahwa Muhammad membunuh sahabatnya."
"Tuhanku, mohon jagalah keyakinan mereka akan kebaikan dan kedermawanan-Mu padaku."
Demikian Imam Ibnu Jauzy menjaga hatinya. Beliau selalu introspeksi diri agar tidak terjatuh ke dalam perkara riya dan sum'ah berbangga diri.
Semoga Allah merahmati Imam Ibnul Jauzi dan menjaga hati kita yang sedang belajar maupun yang mengajar.
Baca Juga: Kisah Ulama Menggali Kuburnya Sendiri dan Khatamkan Al-Qur'an 8.000 Kali
"Bagaimana denganmu wahai Ibnul Jauzi, jika mereka semua selamat dan dirimu celaka?"
Kemudian aku membatin:
إلهي وسيدي!، إن قضيت علي بالعذاب غدًا، فلا تعلمهم بعذابي، صيانة لكرمك، لا لأجلي، لئلا يقولوا: عذب من دل عليه
Artinya: "Wahai Tuhanku, jika engkau menakdirkan untuk mengadzabku kelak, tolong jangan beritahu mereka jika aku diadzab, demi menjaga kemuliaan-Mu, bukan karena aku, jangan sampai mereka mengatakan, "Allah menyiksa orang yang menunjukkan manusia jalan kepada-Nya".
"Oh Tuhanku, telah dikatakan dahulu kepada Nabi-Mu untuk membunuh tokoh munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul, tapi beliau menolaknya sembari bersabda, "Agar jangan sampai orang-orang berbicara bahwa Muhammad membunuh sahabatnya."
"Tuhanku, mohon jagalah keyakinan mereka akan kebaikan dan kedermawanan-Mu padaku."
Demikian Imam Ibnu Jauzy menjaga hatinya. Beliau selalu introspeksi diri agar tidak terjatuh ke dalam perkara riya dan sum'ah berbangga diri.
Semoga Allah merahmati Imam Ibnul Jauzi dan menjaga hati kita yang sedang belajar maupun yang mengajar.
Baca Juga: Kisah Ulama Menggali Kuburnya Sendiri dan Khatamkan Al-Qur'an 8.000 Kali
(rhs)
Lihat Juga :