Kisah Ngerinya Hari Kiamat pada Surah Al-Qari'ah
Jum'at, 16 Desember 2022 - 18:02 WIB
Kemudian Allah menjelaskan di ayat berikutnya: {يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ} Artinya: "Pada hari itu manusia seperti laron (anai-anai) yang bertebaran. (Al-Qari'ah: 4)
Yakni mereka bertebaran bercerai-berai ke sana dan kemari karena kebingungan menghadapi huru-hara yang sangat menakutkan di hari itu, sehingga manisia mirip seperti laron yang bertebaran.
Tak hanya itu, kengerian Hari Kiamat digambarkan di ayat berikutnya dengan gunung-gunung yang dihamburkan seperti bulu.
وَتَكُوۡنُ الۡجِبَالُ كَالۡعِهۡنِ الۡمَنۡفُوۡشِؕ
Gunung yang demikian kokoh diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata. Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu halus yang diterbangkan angin. Lalu bagaimanakah keadaan manusia yang mempunyai tubuh yang lemah itu bila mengalami Al-Qari'ah itu.
Karena itu Allah berfirman: {فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ} "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya." (Al-Qari'ah: 6). Maksudnya, timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada timbangan amal keburukannya. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (Al-Qari'ah: 7) Yakni berada di dalam surga.
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. (Al-Qari'ah: 8) Yaitu timbangan amal keburukannya lebih berat daripada timbangan amal kebaikannya. {فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ} "Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah." (Al-Qari'ah: 9)
Neraka Hawiyah
Seperti apakah neraka Hawiyah itu? Allah menjelaskannya pada ayat berikutnya:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ
Yakni mereka bertebaran bercerai-berai ke sana dan kemari karena kebingungan menghadapi huru-hara yang sangat menakutkan di hari itu, sehingga manisia mirip seperti laron yang bertebaran.
Tak hanya itu, kengerian Hari Kiamat digambarkan di ayat berikutnya dengan gunung-gunung yang dihamburkan seperti bulu.
وَتَكُوۡنُ الۡجِبَالُ كَالۡعِهۡنِ الۡمَنۡفُوۡشِؕ
Gunung yang demikian kokoh diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata. Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu halus yang diterbangkan angin. Lalu bagaimanakah keadaan manusia yang mempunyai tubuh yang lemah itu bila mengalami Al-Qari'ah itu.
Karena itu Allah berfirman: {فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ} "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya." (Al-Qari'ah: 6). Maksudnya, timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada timbangan amal keburukannya. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (Al-Qari'ah: 7) Yakni berada di dalam surga.
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. (Al-Qari'ah: 8) Yaitu timbangan amal keburukannya lebih berat daripada timbangan amal kebaikannya. {فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ} "Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah." (Al-Qari'ah: 9)
Neraka Hawiyah
Seperti apakah neraka Hawiyah itu? Allah menjelaskannya pada ayat berikutnya:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ
Lihat Juga :