Sejarah Perkembangan Islam di Prancis, Negara dengan Muslim Terbanyak di Eropa Barat
Jum'at, 16 Desember 2022 - 18:53 WIB
Mendatangkan para pekerja dari wilayah Afrika tersebut dibutuhkan karena biaya yang murah sehingga dapat menekan biaya pembangunan setelah perang.
Namun hal ini juga yang meningkatkan jumlah imigran Islam di Prancis. Karena itu mereka membuat kelompok besar dan membangun beberapa fasilitas ibadah.
Namun keberadaan umat Islam di Prancis ini tak lantas dapat hidup dengan damai pada awalnya. Terdapat beberapa gesekan yang sempat terjadi antar imigran dengan penduduk asli.
Persepsi terhadap umat Islam memburuk pada tahun 1970 ketika Prancis mengalami resesi. Kala itu banyak imigran yang menganggur dan membuat negara tersebut punya gambaran negatif.
Kemudian pada tahun 2001 ketika booming peristiwa WTC di Amerika Serikat membuat keberadaan umat Islam semakin buruk.
Hal ini membuat orang orang Prancis mengecap umat Islam sebagai teroris dan melahirkan diskriminasi di negara tersebut.
Tidak selesai sampai di situ pada tahun 2011, Pemerintah Prancis mengesahkan Undang Undang tentang larangan pemakaian burqa atau cadar di muka umum.
Tahun 2020, Islam di Prancis semakin tertekan setelah dikeluarkannya regulasi yang menolak Islam sebagai nilai politik oleh Presiden Emmanuel Macron.
Hal tersebut membuat umat Islam di Prancis dilarang memberikan informasi pribadi kepada orang lain dan pembatasan home schooling.
Namun hal ini juga yang meningkatkan jumlah imigran Islam di Prancis. Karena itu mereka membuat kelompok besar dan membangun beberapa fasilitas ibadah.
Namun keberadaan umat Islam di Prancis ini tak lantas dapat hidup dengan damai pada awalnya. Terdapat beberapa gesekan yang sempat terjadi antar imigran dengan penduduk asli.
Persepsi terhadap umat Islam memburuk pada tahun 1970 ketika Prancis mengalami resesi. Kala itu banyak imigran yang menganggur dan membuat negara tersebut punya gambaran negatif.
Kemudian pada tahun 2001 ketika booming peristiwa WTC di Amerika Serikat membuat keberadaan umat Islam semakin buruk.
Hal ini membuat orang orang Prancis mengecap umat Islam sebagai teroris dan melahirkan diskriminasi di negara tersebut.
Tidak selesai sampai di situ pada tahun 2011, Pemerintah Prancis mengesahkan Undang Undang tentang larangan pemakaian burqa atau cadar di muka umum.
Tahun 2020, Islam di Prancis semakin tertekan setelah dikeluarkannya regulasi yang menolak Islam sebagai nilai politik oleh Presiden Emmanuel Macron.
Hal tersebut membuat umat Islam di Prancis dilarang memberikan informasi pribadi kepada orang lain dan pembatasan home schooling.
(sya)
Lihat Juga :