Karomah Imam Syafi'i dan Firasat yang Luar Biasa, Simak Kisahnya
Selasa, 20 Desember 2022 - 17:19 WIB
Ilustrasi Imam Syafii (kanan) ketika bertemu Imam Ahmad bin Hanbal dalam majelis yang diasuh Asy-Syafii. Foto/tangkapan layar film Ahmad bin Hanbal
Bagi muslim Indonesia, nama Imam Asy-Syafi'i (150-204 H) sudah tidak asing. Namanya cukup masyhur karena dikenal sebagai peletak dasar ilmu ushul fiqih dan pendiri Mazhab Syafi'i, mazhab paling banyak diikuti umat muslim di Asia Tenggara.
Di balik keluasan ilmunya, ulama bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i ini punya karomah yang jarang diketahui umat muslim. Imam Ahmad bin Hanbali (pendiri Mazhab Hambali) yang merupakan murid Imam Syafi'i ketika di Baghdad pernah berkata bahwa Imam Syafi'i seperti mataharinya ilmu. Beliau ulama besar yang hidup pada masa Tabi'in (setelah sahabat Nabi) dan melahirkan banyak ilmu dan pandangan yang menjadi rujukan bagi umat Islam di dunia.
Musa Muhammad dalam satu kajiannya menceritakan bahwa Imam Syafi'i bukan hanya seorang Mujtahid, tetapi juga seorang ulama saleh yang memiliki banyak karomah. Beliau lahir pada malam hari bersamaan wafatnya Imam Abu Hanifah (pendiri Mazhab Hanafi) Tahun 150 H (767 Masehi).
Firasat yang Luar Biasa
Di antara karomahnya diceritakan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Manaqib Asy-Syafi'i. Setelah beliau hijrah ke Mesir sampai ahir hayatnya di sana beliau memiliki santri (murid) yang menceritakan perihal kewalian Imam Syafi'i.
Ar-Robi' berkata: "Kami masuk menemui Imam Syafi'i menjelang wafatnya. Saya, Al-Buwaithi, Al-Muzani dan Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam. Asy-Syafi'i memandang kami cukup lama kemudian dengan serius memperhatikan kami seraya berkata:
"Engkau wahai Abu Ya'qub, dirimu akan meninggal dalam belenggu besimu. Adapun engkau wahai Muzani, di Mesir akan ada peristiwa besar dan engkau akan mengalami masa di mana engkau menjadi orang terpandai di zaman itu."
"Adapun engkau wahai Muhammad, engkau akan kembali ke mazhab ayahmu. Adapun engkau wahai Robi' akan menjadi muridku yang paling bermanfaat bagiku dalam menyebarkan kitab. Bangkitlah wahai Abu Ya'qub dan terimalah halqoh (jadilah pengasuh majelisku)."
Ar-Robi' berkata: "Demikianlah yang terjadi sebagaimana yang beliau katakan."
Dalam kisah di atas diceritakan ada empat murid menonjol Imam Syafi'i yang datang membesuk gurunya pada saat sang guru sakit. Mereka adalah Ar-Robi', Al-Buwaithi (dipanggil Asy-Syafi'i dengan nama Abu Ya'qub), Al-Muzani dan Ibnu Abdi al-Hakam (dipanggil Asy-Syafi'i dengan nama Muhammad).
Di balik keluasan ilmunya, ulama bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i ini punya karomah yang jarang diketahui umat muslim. Imam Ahmad bin Hanbali (pendiri Mazhab Hambali) yang merupakan murid Imam Syafi'i ketika di Baghdad pernah berkata bahwa Imam Syafi'i seperti mataharinya ilmu. Beliau ulama besar yang hidup pada masa Tabi'in (setelah sahabat Nabi) dan melahirkan banyak ilmu dan pandangan yang menjadi rujukan bagi umat Islam di dunia.
Musa Muhammad dalam satu kajiannya menceritakan bahwa Imam Syafi'i bukan hanya seorang Mujtahid, tetapi juga seorang ulama saleh yang memiliki banyak karomah. Beliau lahir pada malam hari bersamaan wafatnya Imam Abu Hanifah (pendiri Mazhab Hanafi) Tahun 150 H (767 Masehi).
Firasat yang Luar Biasa
Di antara karomahnya diceritakan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Manaqib Asy-Syafi'i. Setelah beliau hijrah ke Mesir sampai ahir hayatnya di sana beliau memiliki santri (murid) yang menceritakan perihal kewalian Imam Syafi'i.
Ar-Robi' berkata: "Kami masuk menemui Imam Syafi'i menjelang wafatnya. Saya, Al-Buwaithi, Al-Muzani dan Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam. Asy-Syafi'i memandang kami cukup lama kemudian dengan serius memperhatikan kami seraya berkata:
"Engkau wahai Abu Ya'qub, dirimu akan meninggal dalam belenggu besimu. Adapun engkau wahai Muzani, di Mesir akan ada peristiwa besar dan engkau akan mengalami masa di mana engkau menjadi orang terpandai di zaman itu."
"Adapun engkau wahai Muhammad, engkau akan kembali ke mazhab ayahmu. Adapun engkau wahai Robi' akan menjadi muridku yang paling bermanfaat bagiku dalam menyebarkan kitab. Bangkitlah wahai Abu Ya'qub dan terimalah halqoh (jadilah pengasuh majelisku)."
Ar-Robi' berkata: "Demikianlah yang terjadi sebagaimana yang beliau katakan."
Dalam kisah di atas diceritakan ada empat murid menonjol Imam Syafi'i yang datang membesuk gurunya pada saat sang guru sakit. Mereka adalah Ar-Robi', Al-Buwaithi (dipanggil Asy-Syafi'i dengan nama Abu Ya'qub), Al-Muzani dan Ibnu Abdi al-Hakam (dipanggil Asy-Syafi'i dengan nama Muhammad).
Lihat Juga :