Karomah Imam Syafi'i dan Firasat yang Luar Biasa, Simak Kisahnya

Selasa, 20 Desember 2022 - 17:19 WIB
Setelah Imam Syafi'i memandang beberapa saat maka dengan serius beliau memberitahukan "penglihatannya" kepada mereka.

1. Al Buwaithi diramalkan Imam Syafi'i akan diuji dan meninggal dalam belenggu besi.

2. Al-Muzani diramalkan akan menjadi tokoh besar.

3. Ibnu Abdi al Hakam diramalkan akan kembali ke mazhab ayahnya (Mazhab Maliki).

4. Ar-Robi' diramalkan akan berperan besar menyebarkan kitab-kitab karangan Imam Syafi'i.

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi'i benar-benar menjadi kenyataan. Pada masa Khalifah Al-Watsiq Billah, Ibnu Abi Du-ad yang beraliran mu'tazilah memerintahkan wali Mesir untuk memanggil Al-Buwaithi dan mengetesnya terkait Al-Qur'an. Al-Buwaithi menolak untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an itu makhluk. Beliau pun ditangkap, diikat pada leher dan kakinya dengan belenggu dan rantai seberat 40 rithl (kira-kira seberat 16 Kg) dan dibawa ke Baghdad. Di sana beliau dipenjara dalam keadaan dibelenggu dan wafat dalam keadaan dibelenggu sebagaimana firasat Imam Syafi'i.

Setelah Al-Buwaithi dizalimi dalam peristiwa fitnah "Al-Qur'an makhluk" itu, maka Al-Muzanilah yang menggantikan Al-Buwaithi untuk mengasuh majelis Imam Syafi'i. Pengaruh Al-Muzani semakin membesar dan ilmunya tersebar luas terutama setelah beliau mengarang kitabnya yang masyhur "Mukhtashor Al-Muzani".

Barangkali inilah yang dimaksud Imam Syafi'i sebagai perkara besar dan Al-Muzani akan menjadi orang terpandai di zamannya. Adapun Ibnu Abdi Al-Hakam, awalnya murid Imam Syafi'i ini bermazhab Maliki sebagai mana ayahnya. Setelah Asy-Syafi'i datang ke Mesir, beliau tertarik dengan ilmunya, berguru kepadanya dan menjadi muridnya. Pada saat Asy-Syafi'i sakit, Ibnu Abdi al Hakam ingin menggantikan Imam Syafi'i sebagai pengasuh majelis.

Al-Buwaithi menolak karena beliaulah murid Imam Syafi'i yang dipercaya sang imam. Akhirnya terciptalah ketegangan di antara keduanya. Al-Humaidi datang sebagai penengah dan bersaksi bahwa Imam Syafi'i menegaskan Al-Buwaithi-lah muridnya yang paling berilmu sehingga paling layak mengasuh majelis menggantikan beliau.

Ibnu Abdi Al-Hakam menyergah ucapan al Humaidi dengan mengatakan, "Kadzabta!" (dusta kamu!). Al-Humaidi menjawab lebih keras lagi: "Kadzabta Anta wa abuka wa ummuka!" (dusta kamu, juga ayah dan ibumu).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!