Dinasti Ayyubiyah: Sejarah, Peradaban dan Keruntuhannya
Minggu, 01 Januari 2023 - 14:30 WIB
Shalahuddin Al-Ayyubi mendeklarasikan berdirinya Dinasti Ayyubiyah sebagai pengganti Dinasti Fatimiyah. Foto/ist
Dinasti Ayyubiyah merupakan salah satu dinasti yang pernah eksis dan berpengaruh dalam sejarah peradaban Islam. Kerajaan Islam ini muncul setelah runtuhnya Dinasti Fatimiyah yang pernah berkuasa di Afrika Utara, Mesir dan Suriah.
Adapun Dinasti Ayyubiyah berpusat di Kairo, Mesir yang kekuasaannya meliputi Mesir, Suriah dan Yaman. Dinasti Ayyubiyah memiliki kaitan yang cukup lekat dengan sosok Shalahuddin Al-Ayyubi. Beliau lah pendiri sekaligus pemimpin dinasti ini.
Mengutip keterangan "Peradaban Islam Masa Dinasti Ayyubiyah (1171-1254 M)" karya Muhammad Nasir, Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi sekitar tahun 1170-an M.
Sejarah Dinasti Ayyubiyah
Bermula ketika Al-Adid, penguasa Dinasti Fatimiyah wafat pada 1171 M, Salahuddin menjadi Wazir dan diangkat menjadi penguasa Mesir dengan status wakil pemerintah Saljuk di Mesir.
Pascameninggalnya Nuruddin Zanki, barulah Salahuddin Al-Ayyubi mendeklarasikan berdirinya Dinasti Ayyubiyah sebagai pengganti Dinasti Fatimiyah yang sudah dihapuskan. Hal ini menandakan tegaknya pengaruh Sunni menggantikan Syiah.
Salahuddin mulai menegakkan kekuasaannya di Mesir. Semua tampak mudah karena rakyat memiliki ekspektasi besar terhadap kepemimpinannya, karena sebelumnya mereka merasa terzalimi oleh penguasanya.
Saat memimpin, Shalahuddin Al-Ayyubi tidak mendirikan kerajaan yang benar-benar terpusat. Dalam hal ini, dia menggunakan sistem kepemilikan turun temurun yang dibagikan dengan kerabat-kerabatnya.
Salahuddin memimpin Dinasti Ayyubiyah hingga 1193. Setelahnya, penguasa terus berlanjut dari Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198); Al Mansur ibn Al-Aziz (1198-1200); Al-Adil Ahmad ibn Ayyub (1200-1218); Al-Kamil (1218-1238), hingga Al-Asyraf ibn Yusuf (1250-1254).
Peradaban Islam di Era Dinasti Ayyubiyah
Adapun Dinasti Ayyubiyah berpusat di Kairo, Mesir yang kekuasaannya meliputi Mesir, Suriah dan Yaman. Dinasti Ayyubiyah memiliki kaitan yang cukup lekat dengan sosok Shalahuddin Al-Ayyubi. Beliau lah pendiri sekaligus pemimpin dinasti ini.
Mengutip keterangan "Peradaban Islam Masa Dinasti Ayyubiyah (1171-1254 M)" karya Muhammad Nasir, Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi sekitar tahun 1170-an M.
Sejarah Dinasti Ayyubiyah
Bermula ketika Al-Adid, penguasa Dinasti Fatimiyah wafat pada 1171 M, Salahuddin menjadi Wazir dan diangkat menjadi penguasa Mesir dengan status wakil pemerintah Saljuk di Mesir.
Pascameninggalnya Nuruddin Zanki, barulah Salahuddin Al-Ayyubi mendeklarasikan berdirinya Dinasti Ayyubiyah sebagai pengganti Dinasti Fatimiyah yang sudah dihapuskan. Hal ini menandakan tegaknya pengaruh Sunni menggantikan Syiah.
Salahuddin mulai menegakkan kekuasaannya di Mesir. Semua tampak mudah karena rakyat memiliki ekspektasi besar terhadap kepemimpinannya, karena sebelumnya mereka merasa terzalimi oleh penguasanya.
Saat memimpin, Shalahuddin Al-Ayyubi tidak mendirikan kerajaan yang benar-benar terpusat. Dalam hal ini, dia menggunakan sistem kepemilikan turun temurun yang dibagikan dengan kerabat-kerabatnya.
Salahuddin memimpin Dinasti Ayyubiyah hingga 1193. Setelahnya, penguasa terus berlanjut dari Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198); Al Mansur ibn Al-Aziz (1198-1200); Al-Adil Ahmad ibn Ayyub (1200-1218); Al-Kamil (1218-1238), hingga Al-Asyraf ibn Yusuf (1250-1254).
Peradaban Islam di Era Dinasti Ayyubiyah