Deretan Sahabat Nabi yang Mendapat Siksaan Keras dari Kaum Musyrik Quraisy
Senin, 02 Januari 2023 - 14:44 WIB
3. Shuhaib bin Sinan ar-Rumy
Shuhaib radhiyallahu 'anhu disiksa hingga kehilangan ingatan dan tidak memahami apa yang dibicarakannya sendiri.
4. Bilal ibn Robbah
Budak mulia dari Ethiopia ini disiksa majikannya yang juga tokoh penting kafir Quraisy, Umayyah bin Khallaf al-Jumahi. Pundaknya diikat dengan tali lantas tali itu diserahkan kepada anak-anak kecil untuk diseret dan dibawa keliling sepanjang pegunungan Mekkah. Akibatnya, bekas tali tersebut masih nampak di pundaknya. Umayyah, sang majikan selalu mengikatnya kemudian menderanya dengan tongkat. Kadang ia dipaksa duduk di bawah teriknya sengatan matahari. Ia juga pernah dipaksa lapar. Puncak dari itu semua adalah saat dia dibawa keluar pada hari yang suhunya sangat panas, kemudian dibuang ke Bathha' (tanah lapang berkerikil) Mekkah. Setelah itu, badannya ditindih dengan batu besar dan ditaruh ke atas dadanya. Ketika itu, berkata Umayyah kepadanya: "Tidak, demi Allah! engkau akan tetap mengalami seperti ini sampai engkau mati atau engkau kafir terhadap (ajaran) Muhammad dan menyembah al-Laata dan al-'Uzza". Meskipun dalam kondisi demikian, ia tetap berteriak: "Ahad, Ahad". Mereka terus menyiksanya hingga suatu hari Abu Bakar lewat, lalu membelinya dan menukarkannya dengan seorang anak berkulit hitam. Ada riwayat yang mengatakan: dengan tujuh uqiyyah (satu uqiyyah= 12 Dirham atau 28 gram) atau lima uqiyyah dari perak, kemudian beliau memerdekakannya.
5. Ammar bin Yasir
Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhuma dan ibunya tak luput dari penganiayaan pemimpin kafir Quraisy. Mereka bertiga diseret keluar menuju Al-Abthah (suatu tempat di Mekkah) dipimpin oleh Abu Jahal. Saat itu suhu udara sangat panas dan menyengat. Maka dalam kondisi seperti itulah mereka menyiksa keluarga tersebut. Ketika mereka sedang menjalani siksaan, Nabi shallallohu 'alaihi wasallam melintas sembari bersabda: "Bersabarlah wahai Ali Yasir (keluarga besar Yasir)! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga". Yasir, ayahnya meninggal dunia dalam siksaan itu. Sedangkan ibunya, Sumayyah ditusuk oleh Abu Jahal dari arah qubulnya dengan tombak dan meninggal dunia seketika. Dialah Syahidah (wanita yang mati syahid) pertama dalam Islam.
Setelah itu, kaum Musyrikin semakin meningkatkan frekuensi siksaan mereka terhadap Ammar. Terkadang dengan menjemurnya saja, terkadang meletakkan batu besar yang memerah (saking panasnya) di atas dadanya dan membenamkan mukanya ke dalam air. Kala itu, mereka berkata kepadanya: "Kami tidak akan terus menyiksamu hingga engkau mencaci Muhammad atau mengatakan sesuatu yang baik terhadap al-Laata dan al-'Uzza. Maka, dia pun secara terpaksa menyetujui hal itu. Setelah itu dia mendatangi Nabi sambil menangis dan meminta maaf atas kejadian itu kepada Rasulullah SAW. Ketika itu, turunlah ayat: "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan dari Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)..." (QS. an-Nahl ayat 106)
6. Abu Fakihah
Namanya Aflah, seorang maula Bani 'Abdi ad-Daar. Mukanya dijerembabkan oleh kaum Musyrik ke tanah yang melepuh oleh terik matahari. Kemudian diletakkan di atas punggungnya sebuah batu besar hingga dia tak dapat bergerak lagi. Dia dibiarkan dalam keadaan demikian hingga hilang ingatan. Suatu kali, mereka mengikat kakinya dengan tali, lalu menyeretnya dan melemparkannya ke tanah yang melepuh oleh terik matahari seperti yang dilakukan terhadapnya sebelumnya. Kemudian mencekiknya hingga mereka mengira dia telah mati. Saat itu, Abu Bakar melewatinya lalu membeli dan memerdekakannya karena Allah Ta'ala.
7. Khabbab bin Al-Aratt
Khabbab radiyallahu 'anhu, maula Ummi Anmaar binti Siba' al-Khuza'iyyah disiksa oleh kaum Musyrikin dengan beragam siksaan. Rambutnya dijambak dengan keras, lehernya dibetot dengan kasar lalu dilemparkan ke dalam api yang membara. Kemudian pemuka kaum musyrik menarik jasadnya sehingga api itu padam oleh lemak yang meleleh dari punggungnya.
Shuhaib radhiyallahu 'anhu disiksa hingga kehilangan ingatan dan tidak memahami apa yang dibicarakannya sendiri.
4. Bilal ibn Robbah
Budak mulia dari Ethiopia ini disiksa majikannya yang juga tokoh penting kafir Quraisy, Umayyah bin Khallaf al-Jumahi. Pundaknya diikat dengan tali lantas tali itu diserahkan kepada anak-anak kecil untuk diseret dan dibawa keliling sepanjang pegunungan Mekkah. Akibatnya, bekas tali tersebut masih nampak di pundaknya. Umayyah, sang majikan selalu mengikatnya kemudian menderanya dengan tongkat. Kadang ia dipaksa duduk di bawah teriknya sengatan matahari. Ia juga pernah dipaksa lapar. Puncak dari itu semua adalah saat dia dibawa keluar pada hari yang suhunya sangat panas, kemudian dibuang ke Bathha' (tanah lapang berkerikil) Mekkah. Setelah itu, badannya ditindih dengan batu besar dan ditaruh ke atas dadanya. Ketika itu, berkata Umayyah kepadanya: "Tidak, demi Allah! engkau akan tetap mengalami seperti ini sampai engkau mati atau engkau kafir terhadap (ajaran) Muhammad dan menyembah al-Laata dan al-'Uzza". Meskipun dalam kondisi demikian, ia tetap berteriak: "Ahad, Ahad". Mereka terus menyiksanya hingga suatu hari Abu Bakar lewat, lalu membelinya dan menukarkannya dengan seorang anak berkulit hitam. Ada riwayat yang mengatakan: dengan tujuh uqiyyah (satu uqiyyah= 12 Dirham atau 28 gram) atau lima uqiyyah dari perak, kemudian beliau memerdekakannya.
5. Ammar bin Yasir
Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhuma dan ibunya tak luput dari penganiayaan pemimpin kafir Quraisy. Mereka bertiga diseret keluar menuju Al-Abthah (suatu tempat di Mekkah) dipimpin oleh Abu Jahal. Saat itu suhu udara sangat panas dan menyengat. Maka dalam kondisi seperti itulah mereka menyiksa keluarga tersebut. Ketika mereka sedang menjalani siksaan, Nabi shallallohu 'alaihi wasallam melintas sembari bersabda: "Bersabarlah wahai Ali Yasir (keluarga besar Yasir)! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga". Yasir, ayahnya meninggal dunia dalam siksaan itu. Sedangkan ibunya, Sumayyah ditusuk oleh Abu Jahal dari arah qubulnya dengan tombak dan meninggal dunia seketika. Dialah Syahidah (wanita yang mati syahid) pertama dalam Islam.
Setelah itu, kaum Musyrikin semakin meningkatkan frekuensi siksaan mereka terhadap Ammar. Terkadang dengan menjemurnya saja, terkadang meletakkan batu besar yang memerah (saking panasnya) di atas dadanya dan membenamkan mukanya ke dalam air. Kala itu, mereka berkata kepadanya: "Kami tidak akan terus menyiksamu hingga engkau mencaci Muhammad atau mengatakan sesuatu yang baik terhadap al-Laata dan al-'Uzza. Maka, dia pun secara terpaksa menyetujui hal itu. Setelah itu dia mendatangi Nabi sambil menangis dan meminta maaf atas kejadian itu kepada Rasulullah SAW. Ketika itu, turunlah ayat: "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan dari Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)..." (QS. an-Nahl ayat 106)
6. Abu Fakihah
Namanya Aflah, seorang maula Bani 'Abdi ad-Daar. Mukanya dijerembabkan oleh kaum Musyrik ke tanah yang melepuh oleh terik matahari. Kemudian diletakkan di atas punggungnya sebuah batu besar hingga dia tak dapat bergerak lagi. Dia dibiarkan dalam keadaan demikian hingga hilang ingatan. Suatu kali, mereka mengikat kakinya dengan tali, lalu menyeretnya dan melemparkannya ke tanah yang melepuh oleh terik matahari seperti yang dilakukan terhadapnya sebelumnya. Kemudian mencekiknya hingga mereka mengira dia telah mati. Saat itu, Abu Bakar melewatinya lalu membeli dan memerdekakannya karena Allah Ta'ala.
7. Khabbab bin Al-Aratt
Khabbab radiyallahu 'anhu, maula Ummi Anmaar binti Siba' al-Khuza'iyyah disiksa oleh kaum Musyrikin dengan beragam siksaan. Rambutnya dijambak dengan keras, lehernya dibetot dengan kasar lalu dilemparkan ke dalam api yang membara. Kemudian pemuka kaum musyrik menarik jasadnya sehingga api itu padam oleh lemak yang meleleh dari punggungnya.