Ini Mengapa Nabi Musa Ditempatkan di Urutan 16 Tokoh Berpengaruh dalam Sejarah
Jum'at, 20 Januari 2023 - 15:40 WIB
loading...
Nabi Musa, nabi Yahudi yang dikagumi dunia Islam maupun Kristen. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Michael H Hart memasukkan Nabi Musa as dalam urutan ke-16 sebagai tokoh berpengaruh dalam sejarah. Dia menyebut Musa sebagai nabi orang Yahudi yang dikagumi di seluruh dunia Islam maupun Kristen . Astrofisikawan Yahudi-Amerika yang lahir 27 April 1932 ini menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan pertama dan Yesus atau Nabi Isa di urutan kedua.
Lalu, apa alasan Michael H Hart menempatkan Nabi Musa di urusan 16? "Mungkin sekali, tak ada manusia dalam sejarah yang begitu luas dikagumi seperti halnya Nabi Musa, nabi orang Yahudi," demikian kalimat pembuka Michael H Hart dalam bukunya berjudul "The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History" dan diterjemahkan Mahbub Djunaidi menjadi "Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah" (PT Dunia Pustaka Jaya, 1982) tatkala ia menggambarkan Nabi Musa.
"Lebih dari itu, selain ketenarannya, juga jumlah pengikut yang memujanya secara pasti terus meningkat sepanjang zaman," tambahnya.
Baca juga: Ini Alasan Michael H Hart Tempatkan Umar bin Khattab di Urutan 51 Tokoh Paling Berpengaruh
Berikut tulisan lengkap Michael H Hart tentang Nabi Musa:
Nabi Musa diperkirakan tenar pada abad ke-13 SM, bersamaan sekitar masa Ramses II, dan dianggap pimpinan perpindahan besar-besaran bangsa Israel dari Mesir, wafat tahun 1237 SM.
Di masa Musa hidup --seperti dijelaskan dalam buku Exodus-- ada kelompok orang Yahudi yang menentangnya. Tetapi, tak kurang dari lima abad lamanya Musa diagung-agungkan oleh orang-orang Yahudi.
Mendekati tahun 400 SM kemasyhuran dan nama baiknya menyebar luas ke seluruh Eropa berbarengan dengan Agama Nasrani.
Beberapa abad kemudian Muhammad mengakui Musa sebagai seorang nabi yang sesungguhnya, dan dengan berkembangnya Islam, Musa menjadi pula tokoh yang dikagumi di seluruh dunia Islam (termasuk Mesir).
Kini, sesudah tiga puluh dua abad terhitung dari masa hidupnya, Musa dihormati oleh orang Yahudi, Nasrani dan Islam sekaligus, dan bahkan juga oleh kaum yang tak mempercayai Tuhan. Berkat kemajuan komunikasi, dia mungkin lebih terkenal sekarang ketimbang di masa lampau.
Lalu, apa alasan Michael H Hart menempatkan Nabi Musa di urusan 16? "Mungkin sekali, tak ada manusia dalam sejarah yang begitu luas dikagumi seperti halnya Nabi Musa, nabi orang Yahudi," demikian kalimat pembuka Michael H Hart dalam bukunya berjudul "The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History" dan diterjemahkan Mahbub Djunaidi menjadi "Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah" (PT Dunia Pustaka Jaya, 1982) tatkala ia menggambarkan Nabi Musa.
"Lebih dari itu, selain ketenarannya, juga jumlah pengikut yang memujanya secara pasti terus meningkat sepanjang zaman," tambahnya.
Baca juga: Ini Alasan Michael H Hart Tempatkan Umar bin Khattab di Urutan 51 Tokoh Paling Berpengaruh
Berikut tulisan lengkap Michael H Hart tentang Nabi Musa:
Nabi Musa diperkirakan tenar pada abad ke-13 SM, bersamaan sekitar masa Ramses II, dan dianggap pimpinan perpindahan besar-besaran bangsa Israel dari Mesir, wafat tahun 1237 SM.
Di masa Musa hidup --seperti dijelaskan dalam buku Exodus-- ada kelompok orang Yahudi yang menentangnya. Tetapi, tak kurang dari lima abad lamanya Musa diagung-agungkan oleh orang-orang Yahudi.
Mendekati tahun 400 SM kemasyhuran dan nama baiknya menyebar luas ke seluruh Eropa berbarengan dengan Agama Nasrani.
Beberapa abad kemudian Muhammad mengakui Musa sebagai seorang nabi yang sesungguhnya, dan dengan berkembangnya Islam, Musa menjadi pula tokoh yang dikagumi di seluruh dunia Islam (termasuk Mesir).
Kini, sesudah tiga puluh dua abad terhitung dari masa hidupnya, Musa dihormati oleh orang Yahudi, Nasrani dan Islam sekaligus, dan bahkan juga oleh kaum yang tak mempercayai Tuhan. Berkat kemajuan komunikasi, dia mungkin lebih terkenal sekarang ketimbang di masa lampau.
Lihat Juga :