Arah Baru Memandang Al Masih Sebabkan Krisis Keimanan di Barat
Minggu, 22 Januari 2023 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
"Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." " ( QS Al Baqarah : 136)
"Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri." ( QS Ali Imran : 84)
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara." ( QS An Nisaa : 171)
Baca juga: Mualaf Jerman Wilfred Hoffman Bicara tentang Bagaimana Menghadapi Maut
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." ( QS Al Maidah : 73)
"Hingga mereka yang dinamakan Muslim modern atau ter-Barat-kan, hingga Islam KTP, semuanya mengamini ajaran Al-Qur'an tentang ini," ujar Wilfred Hoffman.
Tuhan Mempunyai Anak
Menurut Wilfred Hoffman, semenjak 200 tahun yang lalu, di dunia Kristen berkembang penolakan terhadap keyakinan bahwa Tuhan mempunyai anak.
Hilangnya justifikasi akidah gereja tentang Isa, lebih jelas diteriakkan oleh realitas berkembangnya atheisme, skeptisisme, pengucilan gereja, dan berbondong-bondongnya manusia menganut aliran-aliran baru seperti antroposofi, Budha, Syamani India Merah, emansipasi wanita, dan sebagainya.
Oleh karena itu, tentunya diusahakan dengan sungguh-sungguh untuk mengembalikan penafsiran anggitan Isa dalam ajaran Kristen. Pakar usaha ini adalah Karl Paret (1968), Rudolf Boltman (1976), dan Profesor Jesuit Karl Raner.
Paret menganggap Isa sebagai manusia yang dipilih Tuhan. "Penilaiannya amat mengejutkan, bukan?" ujar Wilfred Hoffman. Sedangkan Boltman, dengan metode kritik historisnya, menggugurkan mitos-mitos dalam Perjanjian Baru, sehingga mayoritas teolog sepakat mengatakan bahwa adalah mustahil menentukan dengan pasti pribadi Isa secara historis dengan berpedoman pada Perjanjian Baru.
"Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri." ( QS Ali Imran : 84)
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara." ( QS An Nisaa : 171)
Baca juga: Mualaf Jerman Wilfred Hoffman Bicara tentang Bagaimana Menghadapi Maut
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." ( QS Al Maidah : 73)
"Hingga mereka yang dinamakan Muslim modern atau ter-Barat-kan, hingga Islam KTP, semuanya mengamini ajaran Al-Qur'an tentang ini," ujar Wilfred Hoffman.
Tuhan Mempunyai Anak
Menurut Wilfred Hoffman, semenjak 200 tahun yang lalu, di dunia Kristen berkembang penolakan terhadap keyakinan bahwa Tuhan mempunyai anak.
Hilangnya justifikasi akidah gereja tentang Isa, lebih jelas diteriakkan oleh realitas berkembangnya atheisme, skeptisisme, pengucilan gereja, dan berbondong-bondongnya manusia menganut aliran-aliran baru seperti antroposofi, Budha, Syamani India Merah, emansipasi wanita, dan sebagainya.
Oleh karena itu, tentunya diusahakan dengan sungguh-sungguh untuk mengembalikan penafsiran anggitan Isa dalam ajaran Kristen. Pakar usaha ini adalah Karl Paret (1968), Rudolf Boltman (1976), dan Profesor Jesuit Karl Raner.
Paret menganggap Isa sebagai manusia yang dipilih Tuhan. "Penilaiannya amat mengejutkan, bukan?" ujar Wilfred Hoffman. Sedangkan Boltman, dengan metode kritik historisnya, menggugurkan mitos-mitos dalam Perjanjian Baru, sehingga mayoritas teolog sepakat mengatakan bahwa adalah mustahil menentukan dengan pasti pribadi Isa secara historis dengan berpedoman pada Perjanjian Baru.
Lihat Juga :