Arah Baru Memandang Al Masih Sebabkan Krisis Keimanan di Barat
Minggu, 22 Januari 2023 - 12:11 WIB
loading...
Murad Wilfred Hoffman, mualaf asal Jerman. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Murad Wilfred Hoffman dalam bukunya yang diterjemahkan Abdul Hayyie al Kattani berjudul "Trend Islam 2000" (Gema Insani Press, 1997) menyebut arah baru memandang Al Masih (peran dan tabiatnya) dalam agama Kristen menyebabkan krisis keimanan di Barat.
Sekadar mengingatkan Wilfred Hoffman adalah mualaf asal Jerman. Namanya menjadi Murad Hoffman, setelah ia memeluk Islam . Ketika ia sedang menjadi duta besar Jerman di Maroko, pada tahun 1992, ia mempublikasikan bukunya yang menggegerkan masyarakat Jerman: Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).
Dalam buku tersebut, ia tidak saja menjelaskan bahwa Islam adalah alternatif yang paling baik bagi peradaban Barat yang sudah kropos dan kehilangan justifikasinya, namun ia secara eksplisit mengatakan bahwa alternatif Islam bagi masyarakat Barat adalah suatu keniscayaan.
Baca juga: Kisah Mualaf Jerman Murad Wilfred Hoffman Pergi Haji
Kembali ke krisis keimanan. Wilfred Hoffman mengatakan perihal Nabi Isa tersebut, umat Islam berpegang teguh pada apa yang diterangkan Al-Quran al Karim. "Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." ( QS Ali Imran : 59)
"Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu." ( QS Al Mu'minun : 91)
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." " ( QS Al Ikhlash : 1-4)
"Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia." ( QS Ali Imran : 47)
Baca juga: Catatan Harian Mualaf Jerman Wilfred Hoffman tentang Islam dan Stres
"Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu'jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atlah kepadaku." ( QS Ali Imran : 50)
Sekadar mengingatkan Wilfred Hoffman adalah mualaf asal Jerman. Namanya menjadi Murad Hoffman, setelah ia memeluk Islam . Ketika ia sedang menjadi duta besar Jerman di Maroko, pada tahun 1992, ia mempublikasikan bukunya yang menggegerkan masyarakat Jerman: Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).
Dalam buku tersebut, ia tidak saja menjelaskan bahwa Islam adalah alternatif yang paling baik bagi peradaban Barat yang sudah kropos dan kehilangan justifikasinya, namun ia secara eksplisit mengatakan bahwa alternatif Islam bagi masyarakat Barat adalah suatu keniscayaan.
Baca juga: Kisah Mualaf Jerman Murad Wilfred Hoffman Pergi Haji
Kembali ke krisis keimanan. Wilfred Hoffman mengatakan perihal Nabi Isa tersebut, umat Islam berpegang teguh pada apa yang diterangkan Al-Quran al Karim. "Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." ( QS Ali Imran : 59)
"Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu." ( QS Al Mu'minun : 91)
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." " ( QS Al Ikhlash : 1-4)
"Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia." ( QS Ali Imran : 47)
Baca juga: Catatan Harian Mualaf Jerman Wilfred Hoffman tentang Islam dan Stres
"Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu'jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atlah kepadaku." ( QS Ali Imran : 50)
Lihat Juga :