Kapan Isra dan Mikraj Terjadi? Berikut Ini Pendapat Para Ulama
Rabu, 25 Januari 2023 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Aku adalah seorang pedagang (pada masa Jahiliyah), dan aku datang pada musim haji dan tinggal bersama al-Abbas. Sementara kami bersamanya, seorang pria keluar untuk sholat dan berdiri menghadap Kabah. Kemudian seorang wanita keluar dan berdiri sholat bersamanya, diikuti oleh seorang pemuda yang berdiri sholat bersama dia.
Aku berkata, “Abbas, agama apa ini? Aku tidak tahu agama apa ini.”
Dia menjawab, “Dia adalah Muhammad bin Abdullah, yang mengaku bahwa Allah telah mengirimnya sebagai utusan-Nya dengan ini (agama), dan bahwa harta Kisra dan Kaisar akan diberikan kepadanya dengan penaklukan. Wanita itu adalah istrinya, Khadijah binti Khuwailid, yang telah beriman kepadanya, dan pemuda itu adalah sepupunya, Ali bin Abi Thalib, yang telah beriman kepadanya.”
Afif berkata, “Jika saja aku beriman kepadanya hari itu, maka aku akan menjadi orang yang ketiga.”
Jika riwayat-riwayat di atas benar, maka Nabi sudah melaksanakan sholat dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk sholat juga dari sejak Khadijah masih hidup.
Baca juga: Isra dan Mikraj: Kisah Rasulullah Menyaksikan Neraka dan Surga
Adapun ulama kontemporer Martin Lings (setelah masuk Islam dia mengganti namanya menjadi Abu Bakar Siraj al-Din) dalam bukunya, "Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik" (Serambi, 2010), menyatakan bahwa perintah sholat bahkan datang tidak lama setelah turunnya wahyu pertama. Berikut ini kutipannya:
Suatu hari Jibril datang kepadanya di dataran tinggi kota Mekkah. Jibril menendang dinding bukit dengan tumitnya hingga memancarkan mata air. Kemudian, Jibril berwudu untuk mengajarkan bagaimana cara menyucikan diri untuk beribadah. Nabi pun mengikutinya.
Lalu, Jibril menunjukkan tata cara sholat: berdiri, ruku, sujud, dan duduk, dengan mengulangi takbir, yaitu ucapan Allahu Akbar, dan salam terakhir Assalamualaikum. Nabi pun mengikutinya.
Setelah itu, Jibril pergi dan Nabi kembali ke rumahnya. Semua yang dipelajarinya diajarkan kepada Khadijah. Mereka pun sholat bersama.
Baca juga: 21 Ayat tentang Isra dan Mikraj dalam Kitab al-Barzanji
Aku berkata, “Abbas, agama apa ini? Aku tidak tahu agama apa ini.”
Dia menjawab, “Dia adalah Muhammad bin Abdullah, yang mengaku bahwa Allah telah mengirimnya sebagai utusan-Nya dengan ini (agama), dan bahwa harta Kisra dan Kaisar akan diberikan kepadanya dengan penaklukan. Wanita itu adalah istrinya, Khadijah binti Khuwailid, yang telah beriman kepadanya, dan pemuda itu adalah sepupunya, Ali bin Abi Thalib, yang telah beriman kepadanya.”
Afif berkata, “Jika saja aku beriman kepadanya hari itu, maka aku akan menjadi orang yang ketiga.”
Jika riwayat-riwayat di atas benar, maka Nabi sudah melaksanakan sholat dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk sholat juga dari sejak Khadijah masih hidup.
Baca juga: Isra dan Mikraj: Kisah Rasulullah Menyaksikan Neraka dan Surga
Adapun ulama kontemporer Martin Lings (setelah masuk Islam dia mengganti namanya menjadi Abu Bakar Siraj al-Din) dalam bukunya, "Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik" (Serambi, 2010), menyatakan bahwa perintah sholat bahkan datang tidak lama setelah turunnya wahyu pertama. Berikut ini kutipannya:
Suatu hari Jibril datang kepadanya di dataran tinggi kota Mekkah. Jibril menendang dinding bukit dengan tumitnya hingga memancarkan mata air. Kemudian, Jibril berwudu untuk mengajarkan bagaimana cara menyucikan diri untuk beribadah. Nabi pun mengikutinya.
Lalu, Jibril menunjukkan tata cara sholat: berdiri, ruku, sujud, dan duduk, dengan mengulangi takbir, yaitu ucapan Allahu Akbar, dan salam terakhir Assalamualaikum. Nabi pun mengikutinya.
Setelah itu, Jibril pergi dan Nabi kembali ke rumahnya. Semua yang dipelajarinya diajarkan kepada Khadijah. Mereka pun sholat bersama.
Baca juga: 21 Ayat tentang Isra dan Mikraj dalam Kitab al-Barzanji
(mhy)
Lihat Juga :