Kapan Isra dan Mikraj Terjadi? Berikut Ini Pendapat Para Ulama
Rabu, 25 Januari 2023 - 11:29 WIB
loading...
Ada 6 pendapat perihal kapan terjadinya Isra dan Mikraj. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Isra dan Mikraj selalu diperingati kebanyakan umat Islam pada bulan Rajab, yakni 27 Rajab. Padahal, para ulama terdahulu berbeda pendapat mengenai kapan waktu kejadian peristiwa penting itu. Al-Allamah al-Mansyurfuri, misalnya, berpendapat bahwa Isra terjadi pada malam tanggal 27 Rajab pada sepuluh tahun setelah kenabian.
Sedangkan Al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullah diangkat menjadi Nabi. Sementara itu, An-Nawawi dan al-Qurthubi berpendapat bahwa Isra terjadi lima tahun setelah Rasulullah diutus sebagai Rasul.
Ada juga yang berpendapat Isra terjadi enam bulan sebelum peristiwa hijrah, yakni pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
Pendapat lainnya Isra terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian. Ada juga yang berpendapat Isra terjadi setahun sebelum hijrah, yaitu pada bulan Rabiul Awal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Beda pendapat ini dirangkum oleh Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam bukuSirah Nabawiyah yang diterjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi (Pustaka Al-Kautsar, 2001).
Baca juga: Makna Isra' dan Mikraj Menurut Quraish Shihab
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury sendiri menolak tiga pendapat pertama atau pendapat Al-Tabari, An-Nawawi, dan al-Qurthubi. Menurutnya Khadijah wafat pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara pada saat itu belum ada kewajiban sholat lima waktu. Sekadar mengingatkan Isra dan Miraj berkaitan dengan turunnya perintah sholat lima waktu.
Di sisi lain, al-Mubarakfuri juga menganggap tiga pendapat terakhir tidak memiliki data atau argumen penguat. Tapi yang jelas, surat Al-Isra menjelaskan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj terjadi pada masa akhir-akhir. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra dan Mikraj.
Argumentasi al-Tabari
Sementara itu, al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullah diangkat menjadi Nabi, di antaranya adalah berdasarkan riwayat-riwayat berikut ini.
Diriwayatkan dari Zakariyya bin Yahya al-Darir dari Abdul Hamid bin Bahr dari Sharik bin Abdallah bin Muhammad bin Aqil dari Jabir:
“Nabi diangkat sebagai nabi pada hari Senin, dan Ali melakukan sholat pada hari Selasa.”
Al-Tabari dalam "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" juga menukil riwayat yang disampaikan oleh Ismail bin Iyas bin Afif dari ayahnya dari kakeknya (yaitu Afif al-Kindi):
Baca juga: Begini Sholat Rasulullah SAW sebelum Isra dan Mikraj
Sedangkan Al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullah diangkat menjadi Nabi. Sementara itu, An-Nawawi dan al-Qurthubi berpendapat bahwa Isra terjadi lima tahun setelah Rasulullah diutus sebagai Rasul.
Ada juga yang berpendapat Isra terjadi enam bulan sebelum peristiwa hijrah, yakni pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
Pendapat lainnya Isra terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian. Ada juga yang berpendapat Isra terjadi setahun sebelum hijrah, yaitu pada bulan Rabiul Awal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Beda pendapat ini dirangkum oleh Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam bukuSirah Nabawiyah yang diterjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi (Pustaka Al-Kautsar, 2001).
Baca juga: Makna Isra' dan Mikraj Menurut Quraish Shihab
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury sendiri menolak tiga pendapat pertama atau pendapat Al-Tabari, An-Nawawi, dan al-Qurthubi. Menurutnya Khadijah wafat pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara pada saat itu belum ada kewajiban sholat lima waktu. Sekadar mengingatkan Isra dan Miraj berkaitan dengan turunnya perintah sholat lima waktu.
Di sisi lain, al-Mubarakfuri juga menganggap tiga pendapat terakhir tidak memiliki data atau argumen penguat. Tapi yang jelas, surat Al-Isra menjelaskan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj terjadi pada masa akhir-akhir. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra dan Mikraj.
Argumentasi al-Tabari
Sementara itu, al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullah diangkat menjadi Nabi, di antaranya adalah berdasarkan riwayat-riwayat berikut ini.
Diriwayatkan dari Zakariyya bin Yahya al-Darir dari Abdul Hamid bin Bahr dari Sharik bin Abdallah bin Muhammad bin Aqil dari Jabir:
“Nabi diangkat sebagai nabi pada hari Senin, dan Ali melakukan sholat pada hari Selasa.”
Al-Tabari dalam "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" juga menukil riwayat yang disampaikan oleh Ismail bin Iyas bin Afif dari ayahnya dari kakeknya (yaitu Afif al-Kindi):
Baca juga: Begini Sholat Rasulullah SAW sebelum Isra dan Mikraj
Lihat Juga :