Nabi Isa Mendakwahkan Keesaan Tuhan, Begini Penjelasan Tharick Chehab
Senin, 30 Januari 2023 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, Tharick Chehab menjelaskan dalam Matius 27: 7, 8 dikatakan: "Lalu bersepakatlah mereka itu membeli dengan uang itu sebidang tanah tukang periuk, akan menjadi tempat pekuburan orang keluaran. Itulah sebabnya tanah itu dinamakan Tanah Darah, hingga hari ini."
Menurut Tharick Chehab, dari kedua ayat ini kita mengerti bahwa Perjanjian Baru tidak ditulis sewaktu hayatnya Yesus, tetapi lama setelah timbulnya aneka kejadian tersebut dan sekadar perkara-perkara itu diputarbalik teringat pada orang-orang
Baca juga: Cerita tentang Penyaliban Nabi Isa Menurut Tharick Chehab
Juga dalam Matius 27:46 "Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring: "Eli, Eli, lama sabachtani" artinya: "Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku?"
Tharick Chehab mengatakan penerimaan orang Nasara Yesus yang berteriak kata-kata tersebut sedangkan beliau lagi disalib, merupakan satu penghinaan besar baginya, karena kata-kata itu hanya dapat diucap oleh orang yang tidak percaya Tuhan.
Selanjutnya, tidak bisa dipercaya bahwa kata-kata demikian datangnya dari seorang Nabi, karena Allah tidak pernah ingkar janjinya dan para Nabi semua tahu benar akan hal ini.
Dakwah Keesaan Tuhan
Dalam Yohanes 17:3 disampaikan, "Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu."
Selanjutnya Markus 12:28 - 30 berbunyi, "Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula menyoal Dia, katanya: "Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu": ini merupakan rukun yang pertama.
Markus 12:32, "Lalu kata ahli Torat kepadanya: "Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah"
Menurut Tharick Chehab, dari kedua ayat ini kita mengerti bahwa Perjanjian Baru tidak ditulis sewaktu hayatnya Yesus, tetapi lama setelah timbulnya aneka kejadian tersebut dan sekadar perkara-perkara itu diputarbalik teringat pada orang-orang
Baca juga: Cerita tentang Penyaliban Nabi Isa Menurut Tharick Chehab
Juga dalam Matius 27:46 "Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring: "Eli, Eli, lama sabachtani" artinya: "Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku?"
Tharick Chehab mengatakan penerimaan orang Nasara Yesus yang berteriak kata-kata tersebut sedangkan beliau lagi disalib, merupakan satu penghinaan besar baginya, karena kata-kata itu hanya dapat diucap oleh orang yang tidak percaya Tuhan.
Selanjutnya, tidak bisa dipercaya bahwa kata-kata demikian datangnya dari seorang Nabi, karena Allah tidak pernah ingkar janjinya dan para Nabi semua tahu benar akan hal ini.
Dakwah Keesaan Tuhan
Dalam Yohanes 17:3 disampaikan, "Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu."
Selanjutnya Markus 12:28 - 30 berbunyi, "Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula menyoal Dia, katanya: "Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu": ini merupakan rukun yang pertama.
Markus 12:32, "Lalu kata ahli Torat kepadanya: "Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah"
Lihat Juga :