Kisah Zughanusy Pasya, Mualaf yang Gelorakan Semangat Jihad Taklukkan Konstantinopel

Senin, 06 Februari 2023 - 09:42 WIB
loading...
Kisah Zughanusy Pasya,...
Sulltan Muhammad Al-Fatih membentuk Dewan Syura untuk memberi masukan dalam penaklukan Konstantinopel. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Zughanusy Pasya adalah mualaf asal Albania. Ia tercatat salah satu komandan perang Utsmani di bawah Sultan Muhammad Al-Fatih yang berperan penting dalam menaklukkan Konstantinopel .

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya berjudul "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah" memaparkan suatu hari, tatkala setiap serangan pasukan al-Fatih ke Konstantinopel tak juga membuahkan hasil maka Sultan menggelar rapat majelis syura .

Baca juga: Meriam Raksasa Andalan Sultan Muhammad Al-Fatih

Selain meminta nasihat para ulama dalam menjalankan misi penaklukan Konstantinopel, Sultan Muhammad Al-Fatih membentuk majelis syura. Dalam majelis ini siapa pun boleh mengeluarkan pendapat. Anggota majelis syura terdiri para komandan dan para ulama.

Sultan Muhammad Al-Fatih meminta mereka untuk mengeluarkan pendapat secara terus-terang dan tanpa ragu-ragu. Dalam rapat tersebut, sebagian di antara mereka menasihatinya untuk segera menarik pasukan. Nasihat ini terutama disampaikan Perdana Menteri Khalil Pasya dan para pendukungnya.

Penarikan pasukan perlu dilakukan, menurut Khalil Pasya, agar tidak terjadi pertumpahan darah dan tidak menimbulkan kemarahan Nasrani-Eropa, jika kaum muslimin nantinya menguasai kota; serta alasan-alasan lain untuk membenarkan tindakan penarikan mundur.

Pendapat Khalil Pasha sudah bisa ditebak Sultan. Karena sudah berkali-kali penasihatnya itu bicara begitu. Maka tidak aneh, jika Khalil Pasha dicurigai membantu Byzantium dan berusaha menjatuhkan kaum muslimin.

Di sisi lain, sebagian yang hadir berusaha mendorong Sultan untuk melanjutkan serangan ke dalam kota dan menganggap remeh Eropa dan kekuatannya. Mereka juga mendorong agar kembali menggelorakan semangat tempur para mujahidin untuk menaklukkan kota itu.

Dalam pandangan mereka, mundur berarti akan menghancurkan semangat jihad para mujahidin Islam Turki Utsmani. Di antara orang yang berpendapat demikian, adalah Zughanusy Pasya. Dengan terang-terangan dia menganggap lemah kekuatan Eropa di hadapan Sultan.

Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Perbedaan Islam, Muslim,...
Perbedaan Islam, Muslim, dan Mukmin, Simak agar Tidak Keliru!
Rekomendasi
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Cumi-cumi Raksasa Laut...
Cumi-cumi Raksasa Laut Dalam Lahirkan Spesies Baru yang Lebih Besar
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved