Catatan tentang Hadis Tanah Arab Menghijau
Selasa, 07 Februari 2023 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Mereka sudah wafat dan Allah SWT masih terus memperpanjang usia dunia ini. Jarak antara nabi terakhir dengan kiamat semakin hari semakin terus melebar dan melebar.
Awalnya dulu rekor tertinggi masa fatrah atau masa kosongnya umat manusia dari kenabian adalah antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW, yaitu 6 abad lamanya.
Tapi ternyata dari Nabi Muhammad SAW ke masa kita ini justru masa kosongnya malah jauh lebih lama, yaitu 15 abad. Bayangkan, umat manusia selama 15 abad harus berpedoman kepada teks samawi yang beda jauh zamannya.
Tentu saja kita sangat direpotkan dan dengan sangat terpaksa harus melakukan sekian banyak konversi. Tantangannya bagaimana caranya menerapkan ayat Qur'an dan Hadits berusia 15 abad di hari ini, agar tetap terjamin sesuai standar dan prosedur serta dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiyah.
Dan itu tantangan yang teramat besar. Soalnya kita tidak bisa main tafsir ayat dan main istimbat hadits secara ngasal dan ngawur. Ada sekian banyak tafsir Quran dan Syarah hadits yang perlu diaktualisasi ulang tanpa melenceng apalagi mengubah esensinya.
Ibarat kita harus membangun ulang peninggalan situs tua bersejarah. Namun tantangannya agar jangan sampai renovasinya sampai merusak sejarah itu sendiri. Harus dijaga originalitasnya.
Namun di sisi lain, bangunan itu pun juga harus tetap berfungsi secara nyata dan implementatif untuk manfaat kehidupan kita di masa kini. Dan itu tantangan besar sekali, ketimbang ngurusin latihan perang pakai panah dan tombak ngelawan Dajjal.
Wassalam
Baca Juga: Tanah Arab Menghijau Pertanda Kiamat? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
Awalnya dulu rekor tertinggi masa fatrah atau masa kosongnya umat manusia dari kenabian adalah antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW, yaitu 6 abad lamanya.
Tapi ternyata dari Nabi Muhammad SAW ke masa kita ini justru masa kosongnya malah jauh lebih lama, yaitu 15 abad. Bayangkan, umat manusia selama 15 abad harus berpedoman kepada teks samawi yang beda jauh zamannya.
Tentu saja kita sangat direpotkan dan dengan sangat terpaksa harus melakukan sekian banyak konversi. Tantangannya bagaimana caranya menerapkan ayat Qur'an dan Hadits berusia 15 abad di hari ini, agar tetap terjamin sesuai standar dan prosedur serta dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiyah.
Dan itu tantangan yang teramat besar. Soalnya kita tidak bisa main tafsir ayat dan main istimbat hadits secara ngasal dan ngawur. Ada sekian banyak tafsir Quran dan Syarah hadits yang perlu diaktualisasi ulang tanpa melenceng apalagi mengubah esensinya.
Ibarat kita harus membangun ulang peninggalan situs tua bersejarah. Namun tantangannya agar jangan sampai renovasinya sampai merusak sejarah itu sendiri. Harus dijaga originalitasnya.
Namun di sisi lain, bangunan itu pun juga harus tetap berfungsi secara nyata dan implementatif untuk manfaat kehidupan kita di masa kini. Dan itu tantangan besar sekali, ketimbang ngurusin latihan perang pakai panah dan tombak ngelawan Dajjal.
Wassalam
Baca Juga: Tanah Arab Menghijau Pertanda Kiamat? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

(rhs)
Lihat Juga :