Keridaan Allah Taala Adalah Tingkat Kebahagiaan Tertinggi, Begini Penjelasannya
Senin, 13 Februari 2023 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Dan mereka, para pelopor pertama, yang terdiri dari para Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, Allah rela kepada mereka, dan mereka pun rela kepada-Nya. Dan Dia menyediakan untuk mereka surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, dan mereka kekal di sana selama-lamanya. Itulah kebahagiaan yang agung. ( QS al-Taubah/9 :100)
Juga seperti lukisan tentang jiwa yang mengalami ketenangan sejati (muthma'innah), yang dipersilakan dengan penuh kasih sayang kembali kepada Tuhannya dalam keadaan saling merelakan antara Tuhan dan hamba-Nya, kemudian dipersilakan pula agar masuk ke dalam kelompok para hamba Tuhan, dan akhirnya dipersilakan masuk ke surga, lingkungan kebahagiaan.
Baca juga: Bila Ihsan Diwujudkan Secara Nyata dalam Tasawuf Menurut Cak Nur
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيَّتُهَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ
ارۡجِعِىۡۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرۡضِيَّةً
فَادۡخُلِىۡ فِىۡ عِبٰدِىۙ
وَادۡخُلِىۡ جَنَّتِى
Wahai jiwa yang tenang-tenteram, kembalilah engkau kepada Tuhanmu, merelakan dan direlakan, kemudian masuklah engkau ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah engkau ke dalam surga-Ku. ( QS al-Fajr/89 :27-30)
Cak Nur mengatakan keridaan Allah itulah tingkat kebahagiaan tertinggi. Maka kaum sufi senantiasa menyatakan, "Oh Tuhanku, Engkaulah tujuanku, dan keridlaan Engkaulah tuntutanku."
Bagi kaum sufi, kebahagiaan yang lain tak sebanding dengan keridaan Allah sampai-sampai, seperti didendangkan Rabi'ah al-'Adawiyah , "masuk neraka" pun mereka bersedia, karena mereka rela kepada Allah dan mengharapkan kerelaan-Nya.
Baca juga: Jalan Kebenaran: Tauhid Tingkat Tinggi Sekaligus Abstrak Menurut Cak Nur
Juga seperti lukisan tentang jiwa yang mengalami ketenangan sejati (muthma'innah), yang dipersilakan dengan penuh kasih sayang kembali kepada Tuhannya dalam keadaan saling merelakan antara Tuhan dan hamba-Nya, kemudian dipersilakan pula agar masuk ke dalam kelompok para hamba Tuhan, dan akhirnya dipersilakan masuk ke surga, lingkungan kebahagiaan.
Baca juga: Bila Ihsan Diwujudkan Secara Nyata dalam Tasawuf Menurut Cak Nur
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيَّتُهَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ
ارۡجِعِىۡۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرۡضِيَّةً
فَادۡخُلِىۡ فِىۡ عِبٰدِىۙ
وَادۡخُلِىۡ جَنَّتِى
Wahai jiwa yang tenang-tenteram, kembalilah engkau kepada Tuhanmu, merelakan dan direlakan, kemudian masuklah engkau ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah engkau ke dalam surga-Ku. ( QS al-Fajr/89 :27-30)
Cak Nur mengatakan keridaan Allah itulah tingkat kebahagiaan tertinggi. Maka kaum sufi senantiasa menyatakan, "Oh Tuhanku, Engkaulah tujuanku, dan keridlaan Engkaulah tuntutanku."
Bagi kaum sufi, kebahagiaan yang lain tak sebanding dengan keridaan Allah sampai-sampai, seperti didendangkan Rabi'ah al-'Adawiyah , "masuk neraka" pun mereka bersedia, karena mereka rela kepada Allah dan mengharapkan kerelaan-Nya.
Baca juga: Jalan Kebenaran: Tauhid Tingkat Tinggi Sekaligus Abstrak Menurut Cak Nur
(mhy)
Lihat Juga :