Sejarah Isra Miraj: Kisah Abu Bakar Dapat Panggilan Kehormatan Ash-Shiddiq
Kamis, 16 Februari 2023 - 15:19 WIB
loading...
Abu Bakar mendapat panggilan kehormatan bermula sikapnya yang membenarkan peristiwa isra miraj. Foto/Ilustrasi: Ist/mhy
A
A
A
Peristiwa Isra Miraj menjadi ujian iman bagi umat Islam pemula. Tak sedikit dari mereka yang murtad lantaran pengakuan Nabi Muhammad SAW tentang hal yang menurut mereka tak masuk di akal.
Abu Jahal menjadikan Isra Miraj sebagai bahan olok-olok. Pada saat yang sama, dari sinilah Abu Bakar mendapat panggilan kehormatan dari Rasulullah SAW dengan panggilan ash-Shiddiq.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Abu Bakar As-Siddiq: Sebuah Biografi" mendengar pengakuan Nabi SAW itu, orang-orang pergi menemui Abu Bakar, karena mereka mengetahui tentang keimanannya dan persahabatannya dengan Nabi Muhammad SAW. Mereka menceritakan apa yang telah dikatakan Rasulullah mengenai Isra.
Baca juga: Doa Sayyidina Abu Bakar Saat Dipuji Orang Lain
Al-Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak bahwa Aisyah berkata:
Para penyembah berhala datang kepada Abu Bakar dan berkata, “Apa pendapatmu tentang sahabatmu? Dia mengatakan bahwa dia dibawa tadi malam ke Baitul-Maqdis.”
Dia menjawab, “Benarkan dia mengatakan demikan?”
Mereka berkata, “Ya.”
Dia berkata, “Dia sungguh-sungguh mengatakan yang sebenarnya. Aku percaya dan membenarkannya dalam hal-hal yang lebih jauh dari itu: berita dari langit turun pada awal pagi dan sore hari.”
Jalal ad-Din as-Suyuti dalamTarikh al-Khulafa mengatakan karena alasan itulah dia disebut ash-Shiddiq (orang yang selalu membenarkan/percaya).
Baca juga: Benarkah Sayyidina Ali Menolak Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar?
Abu Bakar lalu pergi ke masjid dan mendengarkan Nabi yang sedang melukiskan keadaan Baitul-Maqdis. Abu Bakar sudah pernah mengunjungi kota itu, sehingga dia tahu keadaan di sana.
Setelah Nabi melukiskan keadaan masjidnya, Abu Bakar berkata, “Rasulullah, aku percaya.” Atau dalam riwayat versi lainnya Abu Bakar berkata, “Demi ayah dan ibuku yang jadi tebusanmu, hai Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya engkau benar. Demi Allah, sesungguhnya engkau benar!”
Abu Jahal menjadikan Isra Miraj sebagai bahan olok-olok. Pada saat yang sama, dari sinilah Abu Bakar mendapat panggilan kehormatan dari Rasulullah SAW dengan panggilan ash-Shiddiq.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Abu Bakar As-Siddiq: Sebuah Biografi" mendengar pengakuan Nabi SAW itu, orang-orang pergi menemui Abu Bakar, karena mereka mengetahui tentang keimanannya dan persahabatannya dengan Nabi Muhammad SAW. Mereka menceritakan apa yang telah dikatakan Rasulullah mengenai Isra.
Baca juga: Doa Sayyidina Abu Bakar Saat Dipuji Orang Lain
Al-Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak bahwa Aisyah berkata:
Para penyembah berhala datang kepada Abu Bakar dan berkata, “Apa pendapatmu tentang sahabatmu? Dia mengatakan bahwa dia dibawa tadi malam ke Baitul-Maqdis.”
Dia menjawab, “Benarkan dia mengatakan demikan?”
Mereka berkata, “Ya.”
Dia berkata, “Dia sungguh-sungguh mengatakan yang sebenarnya. Aku percaya dan membenarkannya dalam hal-hal yang lebih jauh dari itu: berita dari langit turun pada awal pagi dan sore hari.”
Jalal ad-Din as-Suyuti dalamTarikh al-Khulafa mengatakan karena alasan itulah dia disebut ash-Shiddiq (orang yang selalu membenarkan/percaya).
Baca juga: Benarkah Sayyidina Ali Menolak Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar?
Abu Bakar lalu pergi ke masjid dan mendengarkan Nabi yang sedang melukiskan keadaan Baitul-Maqdis. Abu Bakar sudah pernah mengunjungi kota itu, sehingga dia tahu keadaan di sana.
Setelah Nabi melukiskan keadaan masjidnya, Abu Bakar berkata, “Rasulullah, aku percaya.” Atau dalam riwayat versi lainnya Abu Bakar berkata, “Demi ayah dan ibuku yang jadi tebusanmu, hai Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya engkau benar. Demi Allah, sesungguhnya engkau benar!”
Lihat Juga :