Kisah Sufi: Orang yang Hanya Melihat Hal yang Kelihatan

Kamis, 16 Juli 2020 - 06:52 WIB
loading...
A A A
"Saya telah melupakan syarat itu," kata Si Pencari.

Dan ia pun meminta maaf atas kekhilafannya. Namun, hal itu sangat membingungkan bagi pemuda tersebut.

Perjalanan mereka pun berlanjut hingga keduanya sampai di sebuah negeri di mana mereka diterima dengan ramah, dijamu oleh raja negeri itu, yang menawarkan pergi berburu binatang bersamanya.

Putra raja yang masih kecil menunggang kuda bersama Sang Bijak. Ketika Orang Bijak dan Si Pencari tersebut terpisah dari rombongan lain oleh serumpun semak belukar pada akhir perburuan itu, Sang Guru pun berkata, "Lekas, ikuti aku secepat mungkin."

Dipatahkannya pergelangan kaki Pangeran Muda, dan ditinggalkannya ia di semak-semak, lalu bersicepat memacu kudanya melintasi perbatasan kerajaan itu.

Si Pencari sangat terkejut dan merasa bersalah telah menjadi bagian dari kejahatan tersebut. Sambil mengepalkan tinju, ia berseru, "Raja itu menerima dan memperbolehkan kita berkuda bersama anak dan pewaris kerajaannya, tetapi betapa buruk balasan yang diterimanya! Perbuatan macam apa itu? Sungguh tak layak dilakukan bahkan oleh orang yang paling jahat sekalipun!"

Orang Bijak itu hanya berpaling kepadanya dan berkata, "Teman, saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Kau ini seorang pengamat; hanya sedikit orang seperti kau. Tetapi setelah mencapai kedudukan pengamat itu, tampaknya kau tidak bisa mempergunakannya, sebab kau selalu menilai dari prasangkamu. Sekali lagi, saya mengingatkan kau tentang janjimu."

"Saya tahu bahwa janji itulah yang membuatku bisa mengikutimu, dan bahwa janji itu mengikat," kata Si Pencari. "Oleh karena itu, saya mohon, maafkan saya sekali ini, tak mudah bagi saya menghentikan kebiasaan menyimpulkan lewat praduga-praduga. Kalau saya nanti bertanya lagi, kau boleh menyuruhku pergi."

Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Ketika sampai di sebuah kota besar yang makmur, kedua pengembara itu meminta sedikit makanan, tetapi tak ada orang yang mau memberi, bahkan sisa santapan orang. Kemurahan hati tidak dikenal di kota itu, dan kewajiban suci untuk melayani tamu telah terlupakan. Sebaliknya, anjing-anjing liar mengkuti keduanya.

Ketika mereka mencapai pinggiran kota, dan merasa lapar, pusing, dan haus, tetuan Si Pencari itu berkata, "Kita singgah sebentar di dekat tembok kota ini; kita harus memperbaiki reruntuhannya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Gunung Berapi Ditemukan...
Gunung Berapi Ditemukan Tersembunyi di Laut Selatan Pacitan
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Wanita Ini Temukan Harta...
Wanita Ini Temukan Harta Karun Besar Berusia 900 Tahun saat Jalan-jalan
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Hal yang Wajib Diperhatikan...
Hal yang Wajib Diperhatikan Orang Tua sebelum Titipkan Anak ke Daycare
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved