15 Bacaan Zikir Petang Lengkap Sesuai Tuntunan Nabi SAW, Yuk Amalkan!
Minggu, 19 Februari 2023 - 17:06 WIB
loading...
Bacaan zikir petang yang bisa diamalkan sehari-hari, banyak faedah dan bertabur pahala untuk kehidupan seorang muslim. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bacaan zikir petang adalah lafadz zikir untuk mengingat Allah Ta'ala yang dibaca pada waktu sore hari atau petang. Dalil dari zikir petang terdapat pada QS. Al-Ahzab ayat 41-42 yang artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang“
Baca juga: Bacaan Dzikir Al Matsurat yang Dianjurkan Dibaca Tiap Pagi
Kemudian hadis dari Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
‘Aku duduk Bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Shubuh sampai terbitnya matahari lebih kusukai dari pada aku memerdekakan empat budak dari anak (keturunan) Ismail. Begitu pula aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Ashar sampai terbenam lebih aku cintai dari pada memerdekakan empat orang budak.”(HR Abu Dawud).
Dan inilah bacaan zikir petang lengkap sesuai sunnah, yakni:
1. Membaca Ta'awudz dan ayat kursi
Taawudz
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Ayat Kursi 1x
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 225).
2. Membaca surat al ikhlas, Al falaq dan An-Nas
Surat Al-Ikhlas 3x
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Kuasa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4).
Surat Al-Falaq 3x
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Artinya: "Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1-5).
Surat An-Nas 3x
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang“
Baca juga: Bacaan Dzikir Al Matsurat yang Dianjurkan Dibaca Tiap Pagi
Kemudian hadis dari Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
‘Aku duduk Bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Shubuh sampai terbitnya matahari lebih kusukai dari pada aku memerdekakan empat budak dari anak (keturunan) Ismail. Begitu pula aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat Ashar sampai terbenam lebih aku cintai dari pada memerdekakan empat orang budak.”(HR Abu Dawud).
Dan inilah bacaan zikir petang lengkap sesuai sunnah, yakni:
1. Membaca Ta'awudz dan ayat kursi
Taawudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Ayat Kursi 1x
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 225).
2. Membaca surat al ikhlas, Al falaq dan An-Nas
Surat Al-Ikhlas 3x
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ {1} اللَّهُ الصَّمَدُ {2} لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ {3} وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ {4}
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ {1} اللَّهُ الصَّمَدُ {2} لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ {3} وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ {4}
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Kuasa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4).
Surat Al-Falaq 3x
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ {1} مِن شَرِّ مَا خَلَقَ {2} وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ {3} وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ {4} وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ {5}
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ {1} مِن شَرِّ مَا خَلَقَ {2} وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ {3} وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ {4} وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ {5}
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Artinya: "Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1-5).
Surat An-Nas 3x
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3} مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ {4} الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ {5} مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ {6}
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3} مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ {4} الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ {5} مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ {6}
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Lihat Juga :