Al-Fatih Taklukkan Konstantinopel, Banyak Pendeta dan Warga Memeluk Islam
Jum'at, 24 Februari 2023 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Ash-Shalabi mengatakan perubahan gereja menjadi masjid dibolehkan, sebab penaklukkan negeri itu melalui peperangan. Sedangkan peperangan memiliki hukum sesuai dengan Syariat Islam.
Sultan telah memberikan kebebasan kepada kalangan Nasrani untuk melakukan acara ibadah memberikan kebebasan bagi mereka memilih pemimpin agama yang memiliki otoritas untuk melaksanakan pengadilan dalam masalah-masalah sipil di kalangan mereka. Kebebasan ini juga diberikan pada ke para pemimpin gereja di wilayah-wilayah lain. Namun pada saat yang sama, Sultan mewajibkan mereka membayar jizyah.
Baca juga: Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah
Sultan Muhammad Al-Fatih memperlakukan penduduk Konstantinopel dengan cara yang penuh rahmat. Sultan memerintahkan tentaranya untuk berlaku baik dan toleran kepada para tawanan perang. Bahkan dia telah menebus sejumlah tawanan dengan hartanya sendiri. Khususnya ke para pangeran dari Yunani dan pemuka agama Nasrani.
Sultan kerap bertemu mereka untuk menenangkan diri mereka. Sultan memberi jaminan, agar mereka tidak takut berada di atas akidah lama, melakukan syariat agama mereka, serta tetap beribadah di rumah-rumah ibadah.
Dia memerintahkan untuk melakukan pemilihan ketua uskup baru. Akhirnya mereka memilih Agnadius sebagai ketua uskup baru. Setelah terpilih, Agnadius berangkat menuju kediaman Sultan yang diiringi sejumlah uskup.
Sultan Muhammad Al-Fatih menyambutnya dengan sambutan yang demikian ramah dan menghormatinya dengan penuh penghormatan. Sultan makan bersama mereka dan berdialog dengannya dalam berbagai masalah, baik masalah keagamaan, politik, dan sosial.
Selesai pertemuan dengan Sultan, persepsi Agnadius dan para uskup tentang Sultan-sultan Turki Utsmani seketika berubah 180°. Bahkan dia berubah pandangan tentang kaum muslimin secara umum.
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
Dia merasa berhadapan dengan seorang Sultan yang demikian terdidik dan berakhlak. Pembawa misi dan akidah relijius yang kokoh, serta seorang pemimpin yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan, plus seorang kesatria sejati.
Sultan telah memberikan kebebasan kepada kalangan Nasrani untuk melakukan acara ibadah memberikan kebebasan bagi mereka memilih pemimpin agama yang memiliki otoritas untuk melaksanakan pengadilan dalam masalah-masalah sipil di kalangan mereka. Kebebasan ini juga diberikan pada ke para pemimpin gereja di wilayah-wilayah lain. Namun pada saat yang sama, Sultan mewajibkan mereka membayar jizyah.
Baca juga: Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah
Sultan Muhammad Al-Fatih memperlakukan penduduk Konstantinopel dengan cara yang penuh rahmat. Sultan memerintahkan tentaranya untuk berlaku baik dan toleran kepada para tawanan perang. Bahkan dia telah menebus sejumlah tawanan dengan hartanya sendiri. Khususnya ke para pangeran dari Yunani dan pemuka agama Nasrani.
Sultan kerap bertemu mereka untuk menenangkan diri mereka. Sultan memberi jaminan, agar mereka tidak takut berada di atas akidah lama, melakukan syariat agama mereka, serta tetap beribadah di rumah-rumah ibadah.
Dia memerintahkan untuk melakukan pemilihan ketua uskup baru. Akhirnya mereka memilih Agnadius sebagai ketua uskup baru. Setelah terpilih, Agnadius berangkat menuju kediaman Sultan yang diiringi sejumlah uskup.
Sultan Muhammad Al-Fatih menyambutnya dengan sambutan yang demikian ramah dan menghormatinya dengan penuh penghormatan. Sultan makan bersama mereka dan berdialog dengannya dalam berbagai masalah, baik masalah keagamaan, politik, dan sosial.
Selesai pertemuan dengan Sultan, persepsi Agnadius dan para uskup tentang Sultan-sultan Turki Utsmani seketika berubah 180°. Bahkan dia berubah pandangan tentang kaum muslimin secara umum.
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
Dia merasa berhadapan dengan seorang Sultan yang demikian terdidik dan berakhlak. Pembawa misi dan akidah relijius yang kokoh, serta seorang pemimpin yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan, plus seorang kesatria sejati.
Lihat Juga :